Gedung Kementerian Perdagangan - - Foto: dok Kemendag
Gedung Kementerian Perdagangan - - Foto: dok Kemendag

Kemendag Ajak Pelaku UMKM Penuhi Ketentuan Kemasan Barang

Ekonomi Kementerian Perdagangan Produk Dalam Negeri UMKM
Husen Miftahudin • 25 Agustus 2021 16:07
Jakarta: Balai Standardisasi Metrologi Legal (BSML) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Regional IV Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, mengajak para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) meningkatkan daya saing dan nilai jual produk dengan memenuhi ketentuan pengemasan barang dalam keadaan terbungkus (BDKT). Pasalnya, di masa pandemi covid-19 terjadi peningkatan konsumsi produk yang dikemas.
 
Direktur Metrologi Rusmin Amin mengatakan para para pelaku UMKM Indonesia memiliki produk-produk unggulan yang sangat berpotensi. Namun sayangnya, produk-produk yang dihasilkan tersebut tidak memenuhi ketentuan pengemasan yang berlaku.
 
"Oleh karena itu diharapkan para pelaku UMKM terdorong untuk mengikuti ketentuan tersebut sehingga produk-produknya semakin berdaya saing tinggi. Tidak hanya di pasar domestik, tetapi juga di mancanegara," ujar Rusmin dalam siaran pers, Rabu, 25 Agustus 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rusmin menegaskanberdasarkan hasil pengawasan, Kemendag masih menemukan banyak kemasan produk lokal yang belum memenuhi ketentuan persyaratan BDKT. Untuk itu, Kemendag berkomitmen mendukung para pelaku usaha sebagai kontribusi nyata dalam membantu pemulihan ekonomi daerah.
 
"Kemendag siap mendukung para UMKM dalam mempersiapkan kemasan yang sesuai dengan ketentuan label dan kuantitas," tuturnya.
 
Dari sisi metrologi legal, lanjut dia, barang dalam keadaan terbungkus yang diproduksi atau dikemas wajib mencantumkan nominal kuantitas pada labelnya dalam bentuk berat bersih, isi bersih, atau netto. Label produk memberikan informasi yang jelas bagi konsumen sehingga dapat memilih, menggunakan, dan mengkonsumsi barang tersebut secara benar.
 
"Pelaku usaha yang memproduksi atau mengemas produk wajib memastikan produk yang dikemas tersebut memiliki kuantitas yang sesuai dengan yang tercantum pada labelnya. Kuantitas barang tidak boleh berbeda dengan label agar tidak merugikan konsumen," jelas Rusmin.
 
Adapun produk-produk dengan kemasan yang permintaan dan konsumsinya meningkat di masa pandemi covid-19 antara lain produk makanan, medis, dan masker. Meningkatnya konsumsi produk kemasan ini merupakan salah satu indikator yang baik lantaran adanya peningkatan dalam program pemulihan ekonomi.
 
"Untuk itu, Kemendag akan memastikan pelabelan dan kuantitas produk kemasan sudah sesuai dengan ketentuan sehingga dapat menjamin perlindungan kepada konsumen," imbuh Rusmin.
 
Selain itu, Kemendag juga sudah memiliki regulasi terkait ketentuan pelabelan kuantitas dan kebenaran kuantitas. Ketentuan ini sudah disesuaikan dengan rekomendasi internasional.
 
"Jika diterapkan dengan baik, produk-produk kemasan yang diproduksi dan dikemas di dalam negeri secara tidak langsung sudah siap bersaing secara nasional maupun internasional," tutup Rusmin.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif