Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Penanganan Masalah Stunting Perlu Melibatkan Seluruh Pihak

Ekonomi kesehatan pangan stunting kemenkes Budi Gunadi Sadikin
Eko Nordiansyah • 27 April 2022 22:39
Jakarta: Indonesia masih mengalami darurat stuntingterutama di daerah terpencil. Direktur Program CISDI Egi Abdul Wahid mengatakan, stunting adalah permasalahan yang kompleks, sehingga perlu melibatkan banyak pihak untuk menemukan solusinya.
 
Selain faktor kesehatan, ia menyebut, banyak faktor nonkesehatan yang menyebabkan tingginya kasus stunting di daerah seperti tingkat ekonomi rendah dan ketersediaan bahan pangan. Oleh karena itu diperlukan keterlibatan masyarakat guna menangani masalah ini.
 
"Dibutuhkan solusi yang melibatkan masyarakat dan sesuai dengan kearifan lokal seperti memberikan pelatihan kepada warga lokal, serta optimalisasi bahan pangan lokal di setiap daerah," kata dia kepada wartawan, Rabu, 27 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengungkapkan, stunting terjadi karena kurangnya asupan gizi yang cukup. Salah satu contoh keberhasilan CISDI menerapkan pendekatan lokal di daerah Sumbawa NTB adalah melalui pemanfaatan daun kelor sebagai salah satu upaya untuk mengatasi stunting.
 
Selain itu, CISDI menilai pola asuh yang buruk juga merupakan penyebab utama tingginya angka stunting di daerah. Hasil temuan CISDI, ada beberapa daerah atau kelompok keluarga yang secara finansial cukup namun tidak memberikan pola asuh yang baik sehingga menyebabkan stunting.
 
"Ada beberapa daerah yang mungkin secara suplai makanannya tidak ada dan biasanya daerah tersebut juga memiliki pola asuh yang buruk. Lalu ada juga daerah yang cukup ketersediaannya, tapi pola asuhnya buruk. Ini rentan stunting," ungkapnya.
 
Menurut dia, pola asuh yang buruk ini juga dipengaruhi oleh letak geografis, seperti daerah-daerah terpencil sehingga warganya mendapatkan informasi dan edukasi mengenai pola asuh yang terbatas. Terlebih ketersediaan sumber daya manusia di bidang kesehatan juga minim.
 
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, langkah pertama yang dilakukan untuk mempercepat penurunan stunting di Indonesia, yaitu memastikan mereka mendapatkan asupan protein hewani yang cukup dan terhindar dari penyakit infeksi.
 
Penanggulangan masalah stunting juga sangat penting didasarkan pada data dan kajian yang komprehensif sehingga eksekusi strateginya tepat sasaran dan efektif saat diimplementasikan. Hal ini tentu saja perlu melibatkan seluruh pihak, termasuk masyarakat.
 
"Alur kegiatan, edukasi dan sosialisasi penanggulangan juga harus didukung pemahaman tentang budaya masyarakat sehingga semua elemen masyarakat dapat berperan dalam mendukung penanggulangan stunting," ujar dia.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif