Ilustrasi. Foto: AFP
Ilustrasi. Foto: AFP

Pemerintah Diminta Tonjolkan Sektor Maritim di Presidensi G20

Ekonomi Presidensi G20 Sektor Maritim
Antara • 22 Januari 2022 13:00
Jakarta: Ketua Harian Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Dani Setiawan menekankan pentingnya untuk menonjolkan beragam aspek kekuatan sektor kemaritiman selama Republik Indonesia memegang tampuk Presidensi G20.
 
"Promosi potensi kekuatan maritim dan kelautan Indonesia harus mendapat kesan penting," kata Dani dilansir Antara, Sabtu, 22 Januari 2022.
 
Menurut dia, Indonesia perlu menguatkan langkah-langkah diplomasi maritim sebagai identitas nasional Indonesia di hadapan G20.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk itu, ujar dia, Presidensi Indonesia perlu digunakan untuk memberi pemahaman, kesepahaman, sekaligus memberi tekanan yang terukur bagi kemudahan persyaratan masuknya produk perikanan dan kelautan asal Indonesia di negara lain, terutama anggota G20.
 
"Hambatan-hambatan tarif dan nontarif dari produk perikanan nasional yang selama ini merugikan Indonesia bisa dihilangkan," ungkapnya.
 
Ia juga mendorong kerja sama multiregional untuk mendukung pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya perikanan dan kelautan yang saling menguntungkan dan berdimensi keberlanjutan.
 
Hal yang tak kalah penting, lanjutnya, adalah mendorong G20 memahami pentingnya penguatan agenda perlindungan nelayan kecil dan tradisional, terutama dalam mendukung keamanan pangan dunia.
 
"Terutama karena dampak yang semakin nyata dari perubahan iklim. Dukungan ini akan berguna bagi kesamaan pandangan G20 dalam membahas isu-isu krusial di forum-forum multilateral terkait isu perdagangan, investasi, dan perubahan iklim yang terkait dengan isu kelautan dan perikanan," kata Dani
 
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan Abdul Halim menyatakan agar kesempatan menjadi Presidensi G20 pada 2022 dijadikan sebagai momentum untuk kebangkitan pariwisata bahari nasional.
 
"G20 bisa digunakan sebagai momentum kebangkitan pariwisata bahari berbasis kerakyatan di Indonesia," kata Abdul Halim.
 
Menurut Abdul Halim, dengan daya tarik wisata bahari yang dimiliki beragam daerah di Tanah Air, pemerintah bisa berkolaborasi dengan masyarakat kelautan dan perikanan untuk menyelenggarakan pelbagai seremoni hingga jelang pelaksanaan KTT G20.
 
Ia mengingatkan bila bidang pariwisata bahari dapat bergerak kembali dan melesat kinerjanya, maka praktis juga bisa turut mengangkat kinerja lainnya seperti produksi perikanan dan kelautan Nusantara.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif