Ilustrasi. FOTO: MI/ANGGA YUNIAR
Ilustrasi. FOTO: MI/ANGGA YUNIAR

2021, Pemerintah Bangun 120.776 Sambungan Jargas untuk Rumah Tangga

Ekonomi migas gas pembangkit gas jaringan gas bumi
Suci Sedya Utami • 04 Desember 2020 13:58
Jakarta: Pemerintah berencana membangun jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas) pada 2021 sebanyak 120.776 Sambungan Rumah (SR) yang tersebar di 21 kabupaten dan kota. Jargas yang akan dibangun ini seharusnya dibangun pada 2020, namun anggarannya direalokasi untuk penanganan covid-19.
 
"Sehingga ditunda menjadi pada 2021," jelas Kepala Sub Direktorat Perencanaan dan Pengadaan Pembangunan Infrastruktur Migas Wahyudi Akbari, dikutip dari laman resmi Ditjen Migas, Jumat, 4 Desember 2020.
 
Sebagian besar jargas yang akan dibangun ini berlokasi di Jawa Timur dan Jawa Barat. Lokasi pembangunan jargas di Jawa Timur di Kabupaten Bojonegoro (10 ribu SR), Kabupaten Lamongan (5.935 SR), Kota Surabaya (6.088 SR), Kabupaten Sidoarjo (11.418 SR), Kota Mojokerto (5.699 SR), Kabupaten Mojokerto (5.935 SR), dan Kabupaten Jombang (6.137 SR).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian Kabupaten Pasuruan (5.750 SR), Kota Pasuruan (7.003 SR), Kabupaten Probolinggo (5.737 SR), dan Kota Probolinggo (5.080 SR). Untuk Jawa Barat, lokasi pembangunan jargas di Kabupaten Karawang (3.053 SR), Kabupaten Subang (5.488 SR), Kota Cirebon (4.515 SR), dan Kabupaten Cirebon (3.758 SR).
 
Sementara daerah lain yang dibangun jargas adalah Kabupaten Aceh Utara (3.510 SR), Kota Lhokseumawe (3.000 SR), Kabupaten Aceh Timur (5.016 SR), Kabupaten Banyuasin (6.889 SR), Kabupaten Banggai (5.005 SR), dan Kabupaten Wajo (5.750 SR).
 
"Besaran SR didasarkan pada hasil survei. Pada 2019 sudah disusun FEED dan DEDC. Kita juga telah meminta dukungan daerah terhadap FEED dan DEDC ini melalui penandatanganan berita acara dengan pemerintah daerah," kata Wahyudi.
 
Agar pembangunan jargas berjalan lancar, pemerintah mengharapkan kontraktor pemenang lelang dapat langsung mengurus perizinan setelah kontrak kerja ditandatangani. Diharapkan pada April atau Mei 2021, semua perizinan telah rampung sehingga proses pembangunan dapat segera dilakukan.
 
"Harapan Pak Menteri ESDM, apa yang dibangun pemerintah dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pada tahun yang sama. Pembangunan maksimum rampung di triwulan ketiga sehingga triwulan keempat sudah dapat dinikmati masyarakat," tutur dia.
 
Sementara untuk 2020, dari target awal 127.864 SR, realisasinya mencapai 135.286 SR di 23 kabupaten-kota. Penambahan sebanyak hampir enam persen ini karena adanya permintaan dari Pemda. "Peningkatan jumlah SR di beberapa daerah karena permintaan penambahan output oleh pemda dan tersedianya anggaran sehingga realisasinya naik hampir enam persen," ucapnya.
 
Wahyudi menjelaskan target pembangunan jargas dalam RPJMN sebesar empat juta SR pada 2024. Sedangkan di 2019 baru terbangun 400.269 sambungan rumah di 17 provinsi yang tersebar di 49 kabupaten-kota. Agar target empat juta SR dapat tercapai, pemerintah menyiapkan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
 
Pemerintah mengharapkan adanya dukungan stakeholder agar pembangunan dapat berjalan sesuai rencana. Dirinya menjabarkan tantangan yang dihadapi dalam pembangunan jargas antara lain pipa jargas bersilangan dengan jalan, dan pipa bersilangan dengan rel kereta api, sungai dan jembatan.
 
Selain itu, pipa jargas berdampingan dengan utilitas lain seperti pipa PDAM, jaringan listrik dan telekomunikasi. "Tantangan lainnya, fasilitas jargas membutuhkan lahan untuk penempatan Regulator Sector (RS) dan Metering Regulator System (MRS)," jelas Wahyudi.
 
Jargas merupakan salah satu proyek strategis nasional yang bertujuan untuk peningkatan pertumbuhan dan pemerataan kesejahteraan pembangunan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah.
 
Keuntungan menggunakan jargas yakni harganya lebih murah dibandingkan dengan elpiji, emisi yang dihasilkan lebih ramah lingkungan dan tersedia setiap saat, sehingga tidak perlu keluar rumah mencari elpiji dan kayu bakar.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif