Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Foto: dok. Setwapres
Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Foto: dok. Setwapres

Wapres Ingatkan 4 Strategi Penting agar Produk Halal RI Jadi Unggulan

Ekonomi Ekspor Kementerian Perdagangan produk halal Industri Halal maruf amin
Eko Nordiansyah • 23 Oktober 2021 13:17
Jakarta: Kementerian Perdagangan terus berupaya mengembangkan produk halal dan busana muslim sebagai produk industri unggulan Indonesia. Penguatan tersebut salah satunya dilakukan melalui penyelenggaraan Halal Trade Forum yang mengambil tema 'Strengthening Halal’s Value Chain in the Global Market'.
 
Pada kesempatan ini, Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin mengajak semua pihak untuk bersama-sama memperkuat rantai nilai halal melalui empat langkah penting. Pertama, akselerasi sertifikasi halal. Kedua, menguasai ekosistem pendukung ekspor produk halal mulai dari bahan baku, produksi, standar dan prosedur ekspor, hingga pemasaran.
 
"Ketiga, membuka dan menangkap peluang ekspor produk halal di era pemulihan ekonomi saat ini. Keempat, kolaborasi dan integrasi usaha besar dengan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)," kata Ma’ruf Amin dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 23 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-36 Digital Edition, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menekankan perlunya memupuk potensi besar dari industri halal dan busana muslim dalam negeri. Pemerintah ingin mewujudkan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia dan Jakarta sebagai kiblat industri busana muslim dunia.
 
Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) Sapta Nirwandar mengungkapkan, industri makanan dan modest fashion Indonesia yang identik dengan busana muslim memang sangat potensial untuk terus dikembangkan. Namun untuk mengembangkannya, perlu didukung dengan pemasaran dan branding di pasar internasional.
 
"Industri halal di Indonesia memiliki kekuatan di sektor makanan dan modest fashion. Sektor modest fashion Indonesia kompetitif dengan kualitas produk dan desainer-desainer yang bagus. Untuk semakin meningkatkan daya saing, yang perlu diperkuat adalah pemasaran dan branding secara internasional," ungkap Sapta.
 
Sementara itu, CEO PT Paragon Technology and Innovation Nurhayati Subakat menyampaikan, peluang Indonesia dalam industri halal global meliputi ukuran pasar halal Indonesia yang besar. "Semakin sadarnya masyarakat untuk hidup sesuai syariat Islam, dan gaya hidup halal yang semakin inklusif. Halal menjadi lebih inklusif, tidak hanya milik umat muslim," kata Nurhayati.
 
Meski begitu, ada sejumlah tantangan yaitu tuntutan pasar yang dinamis untuk semakin meningkatkan kualitas produk, persaingan global yang semakin kompetitif, kebutuhan regulasi dan panduan implementasi halal, serta perlunya sertifikasi halal yang dapat diterima secara global.
 
Untuk subsektor busana muslim dan modest fashion, strategi menembus pasar mancanegara dan riset pasar yang tepat dibutuhkan agar produk-produk busana muslim Indonesia dapat menjawab kebutuhan pasar negara tujuan. Pemenuhan kebutuhan pasar dan selera pasar negara tujuan ini akan membantu produk busana muslim Indonesia bisa diterima.
 
"Langkah yang perlu dilakukan adalah menentukan target pasar berdasarkan peluang. Selain memasarkan produk di dalam negeri, perlu sekaligus mencari pasar di luar negeri. Strategi pemasaran menyesuaikan dengan pasar negara mana yang dituju," ujar desainer dan eksportir busana Ali Charisma.
 
Untuk mendukung perkembangan produk halal di Indonesia, pemerintah memiliki regulasi antara lain Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, dan Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal.
 
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif