Direktur Utama PPI Nina Sulistyowati. FOTO: PPI
Direktur Utama PPI Nina Sulistyowati. FOTO: PPI

Perusahaan Perdagangan Indonesia Rambah Bisnis di Pasar Belanda

Ekonomi perusahaan perdagangan indonesia (ppi)
Angga Bratadharma • 23 Oktober 2021 18:45
Jakarta: PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) (PPI) terus memacu bisnis di tengah pandemi covid-19 yang belum kunjung usai. Salah satunya melaksanakan penandatangan nota kesepahaman kerja sama imbal dagang dengan ESRO Food Group (EFG) Netherlands, yang dilaksanakan secara virtual di sela gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) Digital Edition.
 
TEI merupakan ajang besar sebagai fasilitas yang sangat baik dari Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, yang mempertemukan seluruh calon pembeli dari seluruh negara. Dalam hal ini, PPI selalu mengikuti TEI ini hampir setiap tahunnya.  
 
MoU ditandatangani Direktur Utama PPI Nina Sulistyowati, dan Director Esro Food Group Johannes Gerardus Rooijackers. PPI bertindak sebagai badan pelaksana imbal dagang di Indonesia dan Esro Food Group merupakan badan pelaksana imbal dagang di Belanda. Keduanya akan segera menyusun kontrak kerja sama terkait nilai transaksi dan teknis pelaksanaan imbal dagang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penandatanganan juga dihadiri secara virtual oleh Duta Besar RI untuk Belanda Mayerfas dan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Didi Sumedi, Plt Dirjen Daglu Kemendag Indrasari Wisnu Wardhana, Dirfas Eksim, Kemendag Marthin, dan Atdag KBRI di Den Haag Sabbat Christian Jannes Sirait.
 
"Hal ini tidak hanya meningkatkan hubungan dan kerja sama perdagangan bilateral ke langkah selanjutnya, tetapi berkontribusi mendorong perdagangan di rantai nilai global dan membantu memulihkan ekonomi dunia di tengah pandemi covid-19," kata Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Didi Sumedi, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 23 Oktober 2021.
 
Sesuai arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo terkait peningkatan dan percepatan dalam kebijakan dan strategi yang tepat untuk mengembangkan pasar produk nasional Indonesia, potensi pasar ekspor harus mendapatkan perhatian yang serius.
 
Penyelesaian perundingan dengan negara-negara potensial mesti dipercepat. Ini adalah agenda prioritas karena menurut Presiden, di masa-masa seperti ini Indonesia membutuhkan pasar ekspor baru.
 
"Kami sangat berharap hal ini menjadi salah satu momentum yang baik sebagai akselerasi program ekspor PPI dan juga target ekspor nasional, dengan terus upaya membuka pasar Indonesia di negara-negara tujuan ekspor nontradisional sebagai upaya dalam pemulihan ekonomi dengan adanya pandemi covid-19," ujar Direktur Utama PPI  Nina Sulistyowati.
 
Sebelumnya, EFG menyampaikan ketertarikannya untuk melakukan imbal dagang produk daging dan turunannya dengan dengan produk perikanan Indonesia. Beberapa produk daging dari EFG yang rencananya akan didatangkan ke Indonesia, yaitu HS 05040000, HS 02062990, HS 02022090, HS 02021000, HS 02022030, dan HS 02022090.
 
Sementara Mayerfas menyampaikan, Kedutaan Besar di Den Haag menyambut baik upaya peningkatan kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Belanda melalui skema imbal dagang B2B. Upaya ini dapat berkontribusi mendorong kembali hubungan dagang kedua negara yang terdampak pandemi covid-19.
 
"KBRI Den Haag sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan Kemendag yang bekerja sama dengan pemangku kepentingan dan mendukung penuh penandatanganan MoU sebagai komitmen awal untuk imbal dagang," ucap Mayerfas.
 
Menurutnya, Belanda merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia di Eropa yang dapat berfungsi sebagai hub di pasar Eropa. Negara ini menempati urutan teratas sebagai tujuan ekspor terbesar produk Indonesia di seluruh benua dengan total USD3,6 miliar pada 2020.
 
"Saat ini, sebagian besar produk ekspor utama Indonesia ke Belanda mencakup minyak sawit dan fraksinya, tekstil, alas kaki, furnitur, rempah-rempah, dan perikanan. Sebaliknya, produk Belanda ke Indonesia mulai dari senjata militer, limbah kertas atau karton, serta produk susu dan olahan makanan lainnya," imbuh Mayerfas.
 
Sebelumnya, Kemendag telah memfasilitasi PPI tiga penandatanganan serupa, yakni dengan Meksiko, Rusia, dan Jerman.
 
Beberapa waktu lalu, PPI kembali mengekspor kopi ke Mesir. Hal tersebut akan PPI jalankan sampai akhir 2021 sebanyak 600 ton. Sebagai info, penandatangan nota kesepahaman imbal dagang dengan Meksiko yang telah dilaksanakan pada September 2021 lalu, dalam waktu dekat juga akan dilanjutkan dengan penandatangan kontrak.
 
Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi, beberapa waktu yang lalu melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Kerja Sama Pembangunan Belanda Tom de Bruijn, di sela pertemuan para Menteri Bidang Perdagangan dan Investasi G-20 di Sorrento, Italia.
 
PPI berharap salah satunya dengan rencana kerja sama dengan Esro dapat membuka potensi transaksi antara RI dengan Belanda.  Menurut data Kementerian Perdagangan, produk-produk yang banyak diminati Belanda dan negara Eropa lainnya dari Indonesia di antaranya rotan dan berbagai bumbu dan rempah-rempah.
 
"PPI melakukan intergrasi yang menyesuaikan strategic direction dengan para pemegang saham, dalam hal ini melalui akses dukungan Kementerian Perdagangan dan Kementerian BUMN. Kami menjadikan pengembangan pasar ekspor ini sebagai strategi inisiatif PPI di holding pangan," pungkas Nina.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif