Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Foto: Medcom.id/Eko Nordiansyah
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Foto: Medcom.id/Eko Nordiansyah

Menparekraf Ingin Mainan Lokal Berjaya di Negeri Sendiri

Ekonomi Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno
Husen Miftahudin • 21 Juni 2021 21:57
Jakarta: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menginginkan mainan lokal bisa berjaya di negeri sendiri. Ia pun bangga atas peluncuran mainan action figure super hero Indonesia Bima-S yang diproduksi oleh PT Royal Kreasi Cemerlang (RKC).
 
Sandiaga mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini ingin mengembangkan ekosistem ekonomi digital, terutama yang awalnya dari animasi lalu diaplikasikan ke dalam industri mainan. Oleh karena itu, ia berharap peluncuran mainan Bima-S S dapat menginspirasi intellectual property lainnya untuk bergerak terus membangun ekosistem.
 
"Kami sedang menyelesaikan Peraturan Pemerintah (PP) tentang kekayaan intelektual yang bagian dari pada turunan Undang-Undang Ekonomi Kreatif. Sehingga nanti lebih banyak lagi yang menyusul Bima-Bima untuk memastikan bahwa kita juga bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri," ucap Sandiaga dalam siaran persnya, Senin, 21 Juni 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sandiaga optimistis, suatu saat Bima bukan hanya terkenal di Indonesia, tetapi juga di mancanegara. Sehingga animasi karya anak bangsa bisa berbicara banyak di tingkat di dunia.
 
"Bukan hanya Mickey Mouse atau Avenger, tapi Bima juga bisa ikut nanti bersaing dengan yang besar-besar seperti Marvel, DC Comic. Mudah-mudahan. Ini mimpi saya," harapnya.
 
Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Gati Wibawaningsih mengapresiasi peluncuran produk mainan Bima-S yang diproduksi sendiri oleh produsen dalam negeri. "Kami sebagai pembina industri sangat berterima kasih. Karena itu merupakan salah satu dukungan terhadap program substitusi impor mainan anak-anak," ujar dia.
 
Ia berharap mainan Bima-S menjadi mainan yang laku di pasaran sejalan dengan tren positif industri mainan yang mulai tumbuh kembali. "Kemampuan industri mainan anak di dalam negeri tidak kalah. Melihat ekspor naik terus dari tahun 2017 hingga tahun 2019 dan sedikit menurun pada tahun 2020 karena adanya pandemi," tutur Gati.
 
CEO RKC Stephen Sutjiadi mengatakan, peluncuran action figure Bima-S ini bertujuan untuk meningkatkan minat pasar dalam negeri terhadap mainan dan sosok super hero lokal. Menurutnya, peluncuran Bima-S dalam bentuk mainan action figure telah lama dinantikan para penggemarnya.
 
"Setelah hadir dalam bentuk animasi, kami ingin mengajak para penggemarnya merasakan pengalaman baru melalui action figure Bima-S yang hadir dilengkapi aksesoris lainnya seperti topeng, pedang, dan armor," pungkas Stephen.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif