Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Foto: Medcom.id/Eko Nordiansyah
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Foto: Medcom.id/Eko Nordiansyah

Sandiaga Minta Prokes Lebih Ketat Demi Pulihkan Sektor Pariwisata dan Ekonomi

Ekonomi Pariwisata Sandiaga Uno Menparekraf pandemi covid-19
Annisa ayu artanti • 20 Juni 2021 14:57
Jakarta: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno memandang peningkatan kasus covid-19 akhir-akhir ini sebagai tantangan dalam babak selanjutnya pandemi covid-19.
 
Ia meminta masyarakat kembali menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Sebab, untuk memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi nasional tidak bisa bangkit sepenuhnya selama angka covid-19 masih tinggi dan belum terkendali.
 
"Seperti kita ketahui beberapa daerah mengalami peningkatan kasus secara signifikan. Oleh karena itu, saya akan terus tetap dan akan mengingatkan kita untuk patuh dan disiplin dalam menerapkan prokes 3M," kata Sandiaga Uno melalui unggahan di akun instagram pribadinya, dikutip Minggu, 20 Juni 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sandiaga menjelaskan dengan menerapkan kebijakan yang tetap sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu, akan membantu memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi nasional. Adapun salah satu program yang dimaksud adalah program vaksinasi.
 
"Mari sukseskan program vaksinasi yang sekarang kita masifkan dan kita gencarkan dan kita lakukan dengan penuh ketetapan waktu karena kita sekarang berlomba mutasi daripada covid-19," ujarnya.
 
Selain itu, Sandiaga juga menyebutkan untuk kembali meningkatkan program 3T, yaitu testing, tracing, dan treatment.
 
"Kita juga akan pastikan hadirnya ekonomi yang berkeadilan, di mana lapangan kerja kembali tercipta, serta sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bangkit," tukasnya.
 
Seperti diketahui, positif rate kasus covid-19 sebesar 17,1 persen. Per tanggal 19 Juni jumlah kasus baru yang terkonfirmasi sebanyak 12.906 kasus. Sehingga total kasus di Indonesia mencapai 1.976.172.
 
Sebaran kasus terbanyak terjadi di tiga provinsi yaitu Jakarta sebanyak 4.895 kasus. Kemudian Jawa Barat sebanyak 2.104 kasus dan Jawa Tengah sebanyak 1.877 kasus.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif