Ilustrasi. Foto: Pexels
Ilustrasi. Foto: Pexels

Kunjungan Wisman Maret Anjlok hingga 45,5%

Ekonomi wisatawan bps
Eko Nordiansyah • 04 Mei 2020 13:14
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mengalami penurunan signifikan selama Maret 2020. Tercatat kunjungan wisman hanya 470,9 ribu atau turun 45,5 persen dari 864 ribu di Februari 2020.
 
"Pada Maret 2020, jumlah wisman turun drastis dan sekarang jumlah wisman hanya 470,9 ribu. Kalau kita lacak historinya, jumlah wisman ini hampir sama dengan posisi 2007," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam video conference di Jakarta, Senin, 4 Mei 2020.
 
Suhariyanto menambahkan penurunan jumlah wisman ke Indonesia sebenarnya sudah terjadi sejak Februari tahun ini. Penurunan tak lain disebabkan oleh pandemi virus korona (covid-19) yang menjangkiti hampir di seluruh negara di dunia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dengan jumlah wisatawan 470 ribu ini, berarti ada penurunan 45,5 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Dan kalau dibandingkan dengan posisi Maret 2019, penurunan dalam sekali yakni 64,11 persen," ungkapnya.
 
Penurunan jumlah wisman terjadi di hampir seluruh pintu masuk ke Indonesia baik darat, laut, maupun udara. Di bandara Soekarno-Hatta penurunan hampir 75,42 persen dan bandara Ngurah Rai jumlah kunjungan wisman turun 64,72 persen dibanding tahun lalu.
 
"Jumlah wisman yang datang lewat laut, seperti Batam turun hampir 75 persen, Tanjung Uban 92 persen. Begitu juga dengan yang datang lewat darat seperti Atambua. Intinya wisman di Maret turun tajam sekali," jelas dia.
 
Dilihat berdasarkan kebangsaannya, wisman asal Tiongkok turun hampir 97,46 persen, Hong Kong turun 96,13 persen, dan Kuwait turun 89,92 persen. Penurunan terjadi karena kebijakan lockdown di sejumlah negara, serta larangan penerbangan yang terjadi guna mencegah penyebaran covid-19.
 
"Selama Januari-Maret, total wisman masih 2,6 juta karena Januari itu situasi masih normal bahkan ada Imlek. Tapi sejak Februari turun, kemudian Maret turun tajam sehingga jumlahnya tinggal 2,6 juta. Dibandingkan dengan Januari-Maret 2019, turun 30,62 persen hampir sepertiga," pungkas dia.  
 
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif