Pemerintah terus menggenjot penggunaan produk dalam negeri. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
Pemerintah terus menggenjot penggunaan produk dalam negeri. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.

Produk Dalam Negeri Mendorong Ekonomi Berdenyut

Ekonomi Kementerian Perdagangan Produk Dalam Negeri
Ade Hapsari Lestarini • 12 Agustus 2020 06:10
Jakarta: Pemerintah berupaya meningkatkan ekonomi Indonesia dengan menggenjot penggunaan produk buatan dalam negeri. Hal ini karena porsi konsumsi rumah tangga terhadap perekonomian Indonesia sangat besar.
 
Namun demikian, pandemi covid-19 membuatkonsumsi rumah tangga terhantam dan tercatat hanya tumbuh 2,84 persen secara year on year (yoy) di kuartal I-2020. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju pertumbuhan konsumsi rumah tangga turun dari pertumbuhan kuartal I-2019 yang mencapai 5,02 persen yoy.
 
Oleh karena itu, agar tak terjungkal ke dalam jurang resesi, pemerintah terus menggenjot peningkatan konsumsi atau belanja di dalam negeri. "Kementerian Perdagangan terus berupaya menggerakkan roda perekonomian, salah satunya melalui program Bangga Buatan Indonesia. Pemerintah mengajak masyarakat membeli produk buatan dalam negeri," kata Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto, dalam keterangan resminya, Rabu, 12 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penduduk Indonesia yang mencapai 267 juta jiwa pun terus didorong untuk berbelanja barang-barang lokal. Hal ini dilakukan agar bisa menumbuhkan ekonomi. Menurut dia, konsumsi masyarakat terhadap produk dalam negeri dapat memberikan efek domino bagi penguatan pasar dalam negeri, sehingga meningkatkan lapangan kerja bagi masyarakat.
 
"Termasuk menjamin pendapatan pekerja lokal. Apalagi aneka produk buatan Indonesia seperti batik, tenun, fesyen, busana muslim, dan lain sebagainya juga mampu bersaing dengan produk luar," tambah dia.
 
Agus menyebut produk dalam negeri seperti buatan pelaku UMKM memiliki material berkualitas, bermutu baik, memiliki desain unik dan beragam, serta harga yang cenderung lebih terjangkau. Bahkan, produk-produk yang diusung UMKM juga memiliki konsep kearifan lokal dari berbagai daerah.
 
Dengan terus menyerukan ajakan berbelanja produk-produk dalam negeri, Agus berharap dapat memberikan andil dalam memperkuat ekonomi bangsa. Sementara untuk meningkatkan perdagangan di masa pandemi ini, pemerintah juga mendorong transformasi digital agar para pelaku UMKM dapat memperluas akses pasar ke sistem daring.
 
AdapunGerakan Bangga Buatan Indonesia yang diluncurkan Presiden Joko Widodo pada 14 Mei 2020, dimaksudkan untuk mendorong pelaku usaha lebih memasarkan produk-produk dalam negeri untuk mengangkat ekonomi Indonesia, khususnya di tengah pandemi covid-19.
 
Agus menyampaikan tatanan kenormalan baru di sektor perdagangan dapat menjadi titik balik bagi aktivitas perdagangan dan perekonomian masyarakat Indonesia. Saat ini era kenormalan baru harus dihadapi bersama dengan inovasi dan adaptasi secara terus-menerus.
 
"Untuk itu, Kemendag harus mengambil kebijakan untuk memprioritaskan keselamatan masyarakat sekaligus mengamankan perekonomian nasional," pungkasnya.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif