NEWSTICKER
Bank Indonesia. Foto : MI.
Bank Indonesia. Foto : MI.

BI: Pembayaran Digital Cegah Penyebaran Korona

Ekonomi bank indonesia ekonomi digital
Antara • 15 Maret 2020 14:13
Palangka Raya: Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Tengah Rihando menganggap Quick Response Indonesian Standard (QRIS) atau metode pembayaran secara digital merupakan salah satu cara untuk meminimalisir penyebaran covid-19.
 
"Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa uang tunai juga salah satu yang memungkinkan penyebaran covid-19," kata Rihando saat peluncuran QRIS di Palangka Raya dikutip dari Antara, Minggu, 15 Maret 2020.
 
"Uang tunai, baik kertas ataupun logam, memang setiap hari bisa berpindah tangan dari satu orang ke orang lainnya. Perpindahan tangan itu bisa sampai ratusan bahkan ribuan kali. Jadi, aplikasi QRIS ini bisa menjadi salah satu bentuk cegah penyebaran virus," tambahnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain meminimalisir penyebaran virus korona, BI Kalteng juga menganggap transaksi menggunakan QRIS juga mampu menghindari peredaran uang palsu sekaligus mencegah transaksi keuangan yang tidak akurat, sehingga memberikan banyak manfaat sekaligus melindungi masyarakat.
 
Ia menjelaskan transaksi nontunai menggunakan QRIS ini cocok dengan berbagai macam aplikasi nontunai lain. Artinya transaksi bisa dilakukan dengan seluruh Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP), termasuk LinkAja, Gopay, OVO, DANA, dan lainnya.
 
"QRIS ini tidak hanya untuk transaksi jual beli, tapi juga untuk kegiatan sosial seperti menyumbang ke rumah-rumah ibadah. Jadi selama ada kode scan, siapapun bisa menyumbang," ungkap Kepala BI perwakilan Kalteng itu.
 
Saat ini, program QRIS ini tengah disosialisasikan oleh pihak BI kepada semua penyedia jasa, khususnya para pedagang. Untuk itu, diharapkan masyarakat luas bisa menggunakan sistem nontunai tersebut dalam berbagai hal transaksi.
 
"QRIS ini dompet digital, karena pengguna dalam hal ini masyarakat cukup scan QR. Jadi, masyarakat terlindungi dari uang palsu, kembalian yang tidak akurat dan hal lainnya yang dapat merugikan," ujar Rihando.
 
Selain meluncurkan QRIS, BI Kalteng juga menghadirkan dokter sekaligus peneliti virus untuk memberikan penjelasan terkait upaya mencegah terjadinya penyebaran virus korona. Sebab, dalam peluncuran itu sejumlah pedagang serta pihak lain yang turut menghadiri.
 

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif