Ilustrasi. (Foto: Antara/Nova Wahyudi)
Ilustrasi. (Foto: Antara/Nova Wahyudi)

Penaikan Iuran BPJS Kesehatan Dianggap Menyusahkan Rakyat

Ekonomi berita dpr
Gervin Nathaniel Purba • 14 Mei 2020 10:42
Jakarta: Kembali naiknya iuran BPJS Kesehatan menimbulkan polemik. Sejumlah kalangan meminta agar kebijakan tersebut dibatalkan mengingat saat ini Indonesia sedang dilanda wabah virus korona (covid-19).
 
Wakil Ketua Komisi IX DPR Ansory Siregar menilai kenaikan iuran BPJS Kesehatan di tengah pandemi covid-19 hanya akan membuat masyarakat semakin susah dan mengakibatkan perekonomian Indonesia semakin anjlok. Untuk itu dia meminta agar Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan dicabut.
 
“Pemerintah tidak peka dan terbukti tuna-empati dengan situasi masyarakat yang sedang dilanda pandemi covid-19, di mana masyarakat sedang susah dan menderita namun justru menaikkan iuran BPJS Kesehatan,” ujar Ansory, dikutip dpr.go.id, Jakarta, Kamis, 14 Mei 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, pemerintah dinilai tidak memberikan contoh atau teladan yang baik dalam ketaatan hukum. Sebab, keputusan Mahkamah Agung (MA) sudah sah dan mengikat agar iuran BPJS Kesehatan dikembalikan seperti sedia kala.
 
"Untuk itu saya mengusulkan untuk mencabut Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang kenaikan iuran BPJS Kesehatan,” kata Politikus PKS itu.
 
Sebelumnya, Presiden Jokowi memilih tetap menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Hal itu seiring dengan lahirnya Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.
 
Dinaikkannya iuran BPJS Kesehatan ini untuk menjaga kualitas dan kesinambungan program Jaminan Kesehatan, kebijakan pendanaan Jaminan Kesehatan, termasuk kebijakan iuran perlu disinergikan dengan kebijakan keuangan negara secara proporsional dan berkeadilan serta dengan memperhatikan pertimbangan dan amar Putusan Mahkamah Agung Nomor 7 P/HUM/2020.
 

(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif