Foto: dok MI.
Foto: dok MI.

Emas Antam dalam Sepekan Makin Kinclong

Ekonomi Harga Emas Antam
Angga Bratadharma • 01 Agustus 2020 12:28
Jakarta: Harga emas milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan pekan ini terpantau bergerak mengejutkan karena menyentuh level Rp1 juta per gram. Lonjakan harga logam mulia berupa emas itu terjadi lantaran kasus infeksi covid-19 terus meningkat dari waktu ke waktu di tengah upaya pembukaan kembali aktivitas ekonomi.
 
Mengutip data Logam Mulia Antam, Sabtu, 1 Agustus 2020, harga emas Antam di awal pekan atau tepatnya Senin, 27 Juli, berada di level Rp995 ribu per gram. Lalu pada Selasa, 28 Juli, emas Antam melejit ke level Rp1,011 juta per gram. Kemudian pada Rabu, 29 Juli, emas Antam bertahan di posisi Rp1,011 juta.
 
Sedangkan pada Kamis, 30 Juli, emas Antam menguat ke level Rp1,014 juta per gram. Naiknya kasus infeksi covid-19 di seluruh dunia termasuk di Indonesia memicu investor melirik logam mulia yang akhirnya memicu harganya melonjak. Biasanya, ketidakpastian ekonomi membuat harga emas melonjak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange naik pada perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena investor membeli logam mulia sebagai atribut safe haven.Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik USD19,1 atau 0,97 persen menjadi USD1.985,9 per ons.
 
Sedangkan harga perak untuk pengiriman September naik sebanyak 85,4 sen atau 3,66 persen menjadi USD24,216 per ons. Sementara platinum untuk pengiriman Oktober naik sebanyak USD6,3 atau 0,69 persen menjadi USD918,9 per ons.
 
Emas mendapat dukungan karena wabah covid-19 memburuk di beberapa tempat di dunia. Investor juga tetap waspada ketika pejabat kesehatan di Amerika Serikat memperingatkan tentang kemungkinan gelombang kedua infeksi covid-19 pada musim gugur. Jatuhnya indeks pasar saham di seluruh dunia juga mendukung emas.
 
Sebuah laporan yang dirilis oleh Departemen Perdagangan AS menunjukkan pengeluaran konsumen meningkat 5,6 persen pada Juni, karena lebih banyak bisnis dibuka kembali setelah dikunci. Namun, analis pasar mencatat bahwa laporan ini tidak memperhitungkan wabah baru-baru ini di Amerika Serikat.
 
Laporan lain dari Departemen Perdagangan AS menunjukkan pendapatan pribadi turun 1,1 persen pada Juni karena program pemerintah untuk meringankan kesengsaraan ekonomi warga AS selama pandemi covid-19 berlanjut, tetapi pada kecepatan yang lebih lambat.
 
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat berakhir lebih tinggi pada perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Penguatan dapat terjadi didorong oleh laporan pendapatan yang kuat dari nama-nama teknologi besar, di tengah terus naiknya kasus infeksi covid-19 di AS.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 114,67 poin atau 0,44 persen menjadi 26.428,32. S&P 500 naik 24,90 poin atau 0,77 persen menjadi 3.271.12. Indeks Komposit Nasdaq naik 157,46 poin atau 1,49 persen menjadi 10.745,27.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif