PLN pulihkan aliran setrum di tengah bencana. Foto: Dok. PLN
PLN pulihkan aliran setrum di tengah bencana. Foto: Dok. PLN

Gerak Cepat PLN Pulihkan Aliran Setrum di Tengah Bencana

Ekonomi listrik PLN tanggap darurat bencana
Suci Sedya Utami • 27 Januari 2021 20:34
Jakarta: Belum hilang memori beratnya kondisi di 2020 karena pandemi global covid-19, beberapa hari memasuki 2021 bencana melanda sebagian wilayah Indonesia akibat cuaca ekstrem.
 
Dimulai dari curah hujan tinggi di awal tahun, membuat Kalimantan Selatan terkepung banjir. Sehari berselang, pada 15 Januari dini hari, gempa dengan magnitudo 6,2 mengguncang Mamuju dan Majene, Sulawesi Barat. Ditambah banjir di Manado dan gempa magnitudo 7,1 di Sulawesi Utara juga ikut menyita perhatian.
 
Banjir dan gempa membuat banyak rumah warga dan juga fasilitas umum terseret air dan runtuh, serta menyebabkan gangguan listrik karena banyak gardu yang terdampak. Namun, PT PLN (Persero) berupaya untuk bergerak cepat memulihkan aliran setrum.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para personel langsung dikerahkan ke titik-titik bencana untuk memperbaiki gardu terdampak. Meski harus menerjang banjir yang masih tinggi, sebanyak 701 personel diterjunkan dan disebar di seluruh wilayah terdampak di Kalimantan Selatan. Dalam menjalankan operasi pemulihan, perseroan terlebih dahulu mengutamakan keselamatan warga dengan memastikan genangan air telah surut.
 
Berdasarkan data PLN yang didapatkan Medcom.id, hingga Rabu, 27 Januari 2021 atau di hari ke-14 pukul 08.00 WITA, sebanyak 1.555 dari 1.629 gardu distribusi yang terdampak telah kembali normal. Tersisa 74 gardu distribusi yang masih padam. Artinya, 95 persen sistem kelistrikan di Kalimantan Selatan telah dihidupkan.
 
Beroperasinya kembali gardu distribusi membuat 95 persen atau 110.004 dari 118,286 pelanggan yang terdampak sudah bisa menyalakan aliran listrik. Masih ada 8.282 pelanggan yang listriknya padam. Daerah yang masih padam antara lain Kabupaten Banjar, Kabupaten Tanah Laut, Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
 
"Untuk Kalsel, gardu sudah menyala 95 persen. Sementara yang belum menyala merupakan wilayah yang masih terjadi banjir. Demi keamanan dan keselamatan pelanggan gardu listrik belum dapat dinyalakan," kata Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN Agung Murdifi kepada Medcom.id, Rabu, 27 Januari 2021.
 
Sementara di Sulawesi Selatan, data per 26 Januari, sebanyak 861 dari 872 gardu distribusi yang terdampak telah menyala dan 85.423 dari 90.688 pelanggan terdampak bisa kembali menikmati listrik.
 
Adapun daerah yang masih padam yakni berada di sebagian Kecamatan Mamuju dan sebagian Kecamatan Ulumanda, Majene. Terdapat 11 trafo dengan 5.265 pelanggan di Kecamatan Ulumanda belum bisa diakses.
 
"Untuk Sulbar sudah 98 persen. Tersisa 11 gardu di Kecamatan Ulumanda, Majene karena akses masih tertutup. PLN terus koordinasi dengan pemda terkait akses ini. Saat ini Dinas PU sedang membuka akses, dan diperkirakan membutuhkan waktu dua hari," kata Agung.
 
Dalam menangani listrik di wilayah Sulawesi Barat, PLN menerjunkan setidaknya 236 personel yang diperbantukan dari berbagai daerah seperti Palu, Palopo, Makassar, Luwuk, Gorontalo, dan Kendari.
 
Kadri, salah satu personil kelistrikan asal Palu, Sulawesi Tengah memilih berangkat ke Mamuju dan Majene untuk membantu memulihkan kelistrikan. Dirinya berangkat bersama 24 personil lainnya dari Palu dengan membawa kendaraan dan peralatan secara mandiri. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus tanggung jawab PLN dalam membantu pemulihan kondisi kelistrikan di lokasi bencana.
 
Pengalamannya melihat bantuan yang diberikan relawan kelistrikan dari daerah lain dalam membantu daerahnya saat diguncang gempa 2018, menjadi semangatnya untuk ikut serta dalam penanganan bencana di Mamuju kali ini.
 
“Ketika gempa di Palu, saya melihat bagaimana rekan-rekan membantu kami di sana. Pemulihan listrik jadi lebih cepat dan masyarakat juga bisa menikmati listrik, dan di situasi setelah bencana itu, listrik menjadi pendorong masyarakat untuk segera bangkit,” tutur Kadri.
 
Berjibaku pulihkan pasokan listrik
 
Secara bertahap PLN telah berhasil memenuhi kebutuhan pasokan listrik di beberapa lokasi vital di antaranya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mamuju, RS Regional Provinsi Sulbar, posko-posko pengungsian, Markas Kepolisian Daerah Sulbar, Posko Komando Distrik Militer Bandara Tampa Padang, Posko Stadion Manakarra, Telkom, PDAM Rangas, TVRI Sulbar, Lembaga Pemasyarakatan Mamuju, serta sebagian Penerangan Jalan Umum Kota Mamuju.
 
Perusahaan pelat merah ini juga dengan cepat memperbaiki gangguan listrik di Sulawesi Utara, khususnya di Kabupaten Kepulauan Talaud, Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Sitaro, empat jam pascaguncangan gempa 7,1. Serta menormalkan kembali 100 persen atau 805 gardu distribusi dan 89.355 pelanggan terdampak banjir di Manado.
 
Kecepatan pemulihan listrik ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, dan juga Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
 
"PLN telah bekerja keras dan bergerak cepat pascagempa di Mamuju dan Majene sehingga listrik sudah kembali menyala. Atas nama pemerintah dan masyarakat saya ucapkan terima kasih banyak untuk PLN," ucap Gubernur Sulawesi Barat Andi Ali Baal Masdar.
 
Pemerintah Pusat melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pun memastikan gangguan listrik ini tidak akan masuk penilaian atau kompensasi tingkat mutu pelayanan (TMP) pemerintah pada PLN. Sebagaimana disebutkan dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 27 Tahun 2017 pada pasal 8, PLN dibebaskan dari kewajiban pemberian pengurangan tagihan listrik pada konsumen apabila terjadi gangguan karena kondisi kahar, seperti banjir, gempa dan sebagainya.
 
"Jadi tidak masuk dalam perhitungan indikator kompensasi TMP karena bukan kelalaian PLN dan untuk keselamatan umum," kata Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Hendra Iswahyudi.
 
Ringankan beban
 
Dalam memberikan keringanan terhadap pelanggan terdampak gempa di Mamuju dan Majene, PLN menggratiskan biaya penyambungan listrik bagi korban yang bangunannya mengalami kerusakan.
 
PLN telah menyalurkan bantuan lebih dari Rp890 juta berupa bahan pangan, makanan siap santap, tenda dan tikar, pakaian, selimut, obat-obatan, perlengkapan medis, toilet portable serta alat penampungan air bersih baik di Sulawesi Barat. PLN menerjunkan sembilan tenaga medis dan dua ambulans untuk memberikan layanan kesehatan kepada korban gempa serta membuka dapur umum yang menyediakan 2.000 porsi makanan siap santap setiap hari di posko pengungsian.
 
Selain itu, bantuan senilai Rp727 juta juga disalurkan ke 46 titik posko wilayah terdampak banjir di Kalimantan Selatan dalam bentuk sembako yang terdiri dari beras, gula, sarden, telur, minyak goreng, mi instan, air mineral, serta obat-obatan dan perlengkapan bayi.
 
"Kami juga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan PLN kepada masyarakat yang tertimpa musibah," tambah Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Roy Rizal Anwar. 
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif