Energi Terbarukan. Foto ; AFP.
Energi Terbarukan. Foto ; AFP.

Kementerian ESDM Bakal Terbitkan Kepmen Konversi Pembangkit Listrik Diesel ke EBT

Ekonomi Kementerian ESDM Energi Terbarukan
Suci Sedya Utami • 10 Mei 2021 20:29
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan segera menerbitkan Keputusan Menteri (Kepmen) yang mengatur pelaksanaan konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) ke energi baru terbarukan (EBT) oleh PT PLN (Persero).
 
Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Ida Nuryatin Finahari menjelaskan PLN didorong untuk berperan aktif dalam mengembangkan EBT sejalan dengan target bauran EBT sebesar 23 persen di 2025.
 
"Untuk mencapai target itu Pemerintah mendorong PLN untuk berperan aktif. Ditjen Ketenagalistrikan telah berkoordinasi dengan PLN sedang menyusun draf Kepmen terkait program konversi PLTD," kata Ida dalam webinar, Senin, 10 Mei 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ida mengatakan untuk tahap pertama, pemerintah menargetkan perusahaan pelat merah tersebut bisa mengkonversi PLTD dengan kapasitas sebesar 307 megawatt (MW) yang tersebar di 358 lokasi.
 
Ia menjelaskan salah satu sumber energi yang akan digunakan untuk mengkonversi yakni tenaga surya. Nantinya PLTD existing akan digantikan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dilengkapi baterai atau PLTS yang di-hybrid-kan dengan PLTD. Baterai dibutuhkan lantaran sifat PLTS yang intermitten.
 
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Mega Proyek dan EBT PLN M Ikhsan Asaad mengatakan konversi dilakukan secara bertahap. PLN berencana mengganti PLTD yang tersebar di 2.130 lokasi dengan total kapasitas 5.200 MW.
 
Ia bilang pada tahap awal, terdapat PLTD di 200 lokasi dengan kapasitas total 225 MW yang akan diganti melalui skema pengembangan oleh produsen listrik swasta (independent power producer/IPP) dan oleh PLN sendiri dengan konstruksi (engineering, procurement, and construction/EPC) dikerjakan pihak lain. Konversi tahap I ini ditargetkan beroperasi pada 2023-2024.
 
“Pilihan teknologi yang akan digunakan adalah PLTS dan baterai, serta potensi awal diperlukan PLTS 600 megawatt peak (MWp) dan 1,8 gigawatt hour (GWh) battery storage,” kata Ikhsan.
 
Untuk tahap II, konversi akan dilakukan pada PLTD dengan total kapasitas 500 MW. Proses pengadaan dan lelang dijadwalkan pada tahun depan dan target operasi pada 2024-2025.
 
Sedangkan konversi PLTD tahap III bakal mencakup total kapasitas 1.300 MW. Pengadaan proyek ini akan digelar pada 2022-2023. Selanjutnya, proyek tahap III ini ditargetkan beroperasi secara bertahap pada 2025-2026.

 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif