ICBP resmi memberi seluruh saham Fritolay di dalam perusahaan patungan PT Indofood Fritolay Makmur (IFL) seharga Rp494 miliar. Foto: Dok. Indofood
ICBP resmi memberi seluruh saham Fritolay di dalam perusahaan patungan PT Indofood Fritolay Makmur (IFL) seharga Rp494 miliar. Foto: Dok. Indofood

Top 5 Populer Sepekan, Alasan Indofood Akhiri Lisensi dengan PepsiCo Paling Teratas

Ekonomi bca indofood LPS as-tiongkok Berita Menarik Ekonomi Sepekan Kartu Prakerja
Nia Deviyana • 28 Februari 2021 14:34
Jakarta: Berita populer dalam sepekan didominasi dari dalam negeri. Putusnya PepsiCo dengan PT Indofood Fritolay Makmur (IFL) membuat beberapa merek makanan ringan tidak akan beredar di pasaran.
 
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) selaku pembeli saham menyatakan alasan komersial yang melandasi pembelian seluruh saham Fritolay di dalam perusahaan patungan PT Indofood Fritolay Makmur (IFL).
 
Berita populer lainnya datang dari Amerika Serikat yang mengajak sekutunya meminta pertanggungjawaban kepada Tiongkok atas praktik ekonominya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kembali ke dalam negeri, kartu prakerja gelombang 12 kembali dibuka untuk mendukung pemulihan ekonomi. Selanjutnya terkait kasus salah transfer yang diakukan BCA hingga ada miliaran dana nasabah yang tidak dijamin LPS.
 
Medcom.id merangkum lima berita yang menjadi topik populer dalam sepekan. Rangkuman ini sebagai referensi bagi pembaca yang memantau isu ekonomi terkini.
 
1. Ini Alasan Indofood Akhiri Lisensi Makanan Ringan dengan PepsiCo
 
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menyatakan alasan komersial yang melandasi pembelian seluruh saham Fritolay di dalam perusahaan patungan PT Indofood Fritolay Makmur (IFL).
 
"Transaksi ini dilakukan karena alasan komersial," kata Corporate Secretary ICBP Gideon A. Putro dalam keterangan yang diterima Medcom.id, Senin, 22 Februari 2021.
 
Baca berita selengkapnya di sini.
 
2. AS Siap 'Main Keroyok' Lawan Pelanggaran Praktik Ekonomi Tiongkok
 
Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan AS dan mitra internasionalnya harus meminta pertanggungjawaban Tiongkok atas praktik ekonominya. Biden menyerukan agar semua negara di dunia mengikuti dan mematuhi aturan ekonomi dunia demi kepentingan bersama yang lebih besar.
 
Baca berita selengkapnya di sini.
 
3. Buruan! Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 12 hanya Dibuka sampai Kuota Terpenuhi
 
Pemerintah resmi membuka pendaftaran program kartu prakerja untuk gelombang 12 mulai kemarin. Namun, pendaftaran akan ditutup apabila kuota peserta sebanyak 600 ribu orang sudah terpenuhi.
 
Baca berita selengkapnya di sini.
 
4. BCA Buka Suara soal Kasus Salah Transfer
 
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) buka suara terkait kasus salah transfer yang dilakukan oleh karyawan back office BCA Citraland, Surabaya, Jawa Timur.
 
Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F Haryn mengatakan perbankan telah sesuai menjalankan operasional sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
 
Baca berita selengkapnya di sini.
 
5. Waduh! Ada Rp369,5 Miliar Dana Nasabah Bank yang Tidak Dijamin LPS
 
Sekretaris Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Muhamad Yusron menyampaikan, berdasarkan data klaim penjaminan per Januari 2021, total simpanan atas bank yang dilikuidasi LPS per Januari 2021 adalah sebanyak Rp1,99 triliun.
 
"Dari total simpanan tersebut, terdapat Rp1,62 triliun (81,5 persen) yang dinyatakan layak bayar dan telah dibayarkan LPS kepada 248.585 nasabah bank," kata Yusron dalam keterangan tertulis yang dikutip dari laman resmi LPS, Jumat, 26 Februari 2021.
 
Namun demikian, terdapat pula sebanyak Rp369,5 miliar (18,5 persen) milik 17.649 nasabah bank yang dilikuidasi. Dana-dana nasabah bank itu dinyatakan tidak layak bayar karena tidak memenuhi ketentuan LPS, yakni syarat 3T.
 
Baca berita selengkapnya di sini.
 
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif