Gedung Pertamina. Foto: Dok. Pertamina
Gedung Pertamina. Foto: Dok. Pertamina

Pembentukan Subholding Dorong Pertamina Makin Lincah

Ekonomi pertamina Kementerian BUMN
Suci Sedya Utami • 22 Oktober 2020 17:02
Jakarta: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan restrukturisasi yang dilakukan di tubuh PT Pertamina (Persero) dengan membentuk tujuh subholding diharapkan akan membuat perusahaan pelat merah itu makin lincah dalam menjalankan bisnis.
 
Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan Pertamina ibarat kapal besar. Dengan adanya berbagai perubahan bisnis di dunia, membuat kapal besar tersebut tidak bisa bergerak fleksibel. Maka dari itu diperlukan pembentukan subholding agar Pertamina bisa lebih fokus.
 
Sebab meskipun berlabel sebagai perusahaan minyak dan gas (migas) dari hulu hingga hilir, namun pada kenyataannya Pertamina juga menjalankan bisnis lain di luar sektor tersebut. Apabila tetap berada di satu wadah, dikhawatirkan akan membuat perluasan bisnis Pertamina tidak leluasa bergerak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jadi subholding ini supaya kecepatannya lebih cepat lagi, supaya pengembangan-pengembangan bisnis Pertamina ke depan bisa lebih optimal," kata Arya dalam webinar bertema Subholding Pertamina, Melanggar Hukum?, Kamis, 22 Oktober 2020.
 
Apalagi, lanjut Arya, ke depan energi fosil yang menjadi inti bisnis Pertamina saat ini kemungkinan akan ditinggalkan dan beralih pada energi bersih, salah satunya melalui pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai (EV battery).
 
Ia mengatakan perubahan-perubahan ini harus direspons agar bisnis Pertamina tidak tertinggal. Oleh karenanya, dalam pembentukan subholding tidak hanya difokuskan pada bisnis migas, tetapi juga terdapat diversifikasi bisnis ke energi bersih melalui pengembangan panas bumi sebagai sumber energi listrik.
 
Selain itu, Pertamina juga mulai masuk pada pengembangan EV battery bersama PT Aneka Tambang (Persero) atau Antam dan PT PLN (Persero). Konsorsium BUMN ini akan membentuk holding PT Indonesia Battery. Dalam pengembangan EV battery ini, Antam akan fokus di sektor hulu, Pertamina di tengah (midstream) yang akan menyiapkan prosesnya, sedangkan PLN akan bergerak di hilir sebagai distributor.
 
Dalam kesempatan yang sama, Pakar Hukum Yusril Ihza Mahendra mengatakan proses restrukturisasi Pertamina sebenarnya telah sesuai dengan pasal satu ayat 11 UU BUMN, yang mana restrukturisasi adalah upaya yang dilakukan dalam rangka penyehatan BUMN.
 
Restrukturisasi juga menjadi salah satu strategi untuk memperbaiki kondisi internal perusahaan guna memperbaiki dan meningkatkan nilai perusahaan.
 
"Ini dalam rangka Pertamina menghadapi dunia yang berubah, pola-pola bisnis yang juga sudah mengalami perubahan yang cukup besar. Kita tidak bisa tetap seperti ini tapi menyesuaikan juga," kata Yusril.
 
Lebih lanjut, Yusril menambahkan Pertamina tidak sendiri melakukan transformasi. Ia bilang perusahaan di seluruh dunia pun telah melakukan hal yang sama dalam menghadapi perubahan pola-pola bisnis.
 
Adapun struktur subholding Pertamina terdiri dari subholding upstream atau hulu (PT Pertamina Hulu Energi), subholding refining and petrochemical atau kilang dan petrokimia (PT Kilang Pertamina Internasional), subholding commercial and trading atau komersil dan perdagangan (PT Pertamina Patra Niaga), subholding power and new renewable energy atau listrik dan energi baru terbarukan (PT Pertamina Power Indonesia), shipping company atau ekspedisi (PT Pertamina International Shipping), dan subholding gas (PT PGN).

 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif