PT Widodo Makmur Unggas (WMU) mendorong lahirnya agropreneur melalui Joglo Tumiyono. FOTO: Widodo Makmur Unggas
PT Widodo Makmur Unggas (WMU) mendorong lahirnya agropreneur melalui Joglo Tumiyono. FOTO: Widodo Makmur Unggas

Widodo Makmur Bidik Ciptakan 1 Juta Pengusaha Agropreneur

Ekonomi perikanan pertanian lapangan pekerjaan peternakan Wirausaha Dunia Usaha
Angga Bratadharma • 06 November 2020 16:10
Jakarta: PT Widodo Makmur Unggas (WMU) mendorong lahirnya agropreneur melalui Joglo Tumiyono. WMU berharap lewat upaya itu bisa berkontribusi positif terhadap pembangunan ekonomi Indonesia termasuk menciptakan sejumlah peluang bisnis dan menekan angka kemiskinan.
 
Joglo Tumiyono merupakan bangunan yang didedikasikan bagi pengembangan masyarakat, tempat pendidikan, dan pelatihan generasi muda sebagai bentuk pengabdian pada bangsa. Melalui Joglo Tumiyono ditargetkan terciptanya satu juta pengusaha berbasis agropreneur dalam kurun waktu lima tahun ke depan.
 
"WMU secara spesifik menekankan kepada agropreneur, karena Indonesia adalah salah satu negara agraris terbesar di dunia. Jadi bukan hanya melalui program mentoring dan pendampingan saja, tapi memberikan pengetahuan dibarengi dengan praktek nyata di dunia bisnis," kata Direktur Utama WMU Ali Mas'adi, dalam keterangan resminya, Jumat, 6 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Joglo Tumiyono menjadi pusat pelatihan dan pembelajaran para entrepreneur muda yang terdidik dan terampil agar siap menjadi pelaku ekonomi berdasarkan minat mereka di bidang peternakan, pertanian atau pengolahan bahan makanan. Para entrepreneur muda ini akan dididik agar mampu mengelola bisnisnya dengan baik serta berkelanjutan.
 
Manfaat Joglo Tumiyono bagi bisnis WMU tentunya berdampak terhadap kian luasnya jaringan yang dimiliki. Pembentukan agropreneur ini sesuai dengan visi dan misi WMU lantaran salah satu dari visinya adalah menjadi jembatan pendukung kesejahteraan peternak dan petani Indonesia. Hal tersebut diterjemahkan menjadi agropreneur.
 
"Kami bukan hanya mencetak agropreneur semata. Tetapi agropreneur yang menjadi agen-agennya Widodo Makmur Unggas. Jadi petani dan peternak tidak lagi hanya menjadi pekerja, tapi mereka menjadi pengusaha yaitu agropreneur," tegasnya.
 
WMU membuka peluang apabila terjadi sinergi atau kerja sama antara agropreneur binaannya dengan pihak eksternal seperti perusahaan yang memiliki misi sejalan dengan WMU. Ia menekankan yang terpenting adalah menciptakan ekosistem bisnis yang kondusif dan produktif.
 
"Ini sesuai dengan peringatan 25 tahun Widodo Makmur Perkasa," ucap dia.
 
Kehadiran program ini juga untuk menjawab tantangan atas ledakan bonus demografi anak muda yang produktif, dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas penunjang untuk mewujudkan tujuan utamanya. Melalui Joglo Tumiyono, WMU ingin berkontribusi pada pembangunan ekonomi nasional sehingga bisa menciptakan peluang-peluang bisnis dan juga mengurangi kemiskinan.
 
"Jadi kami berharap untuk berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi nasional dengan cara menciptakan peluang bisnis, mengurangi kemiskinan, dan harapannya bisa menjadi milestone untuk ekonomi Indonesia yang lebih baik di masa depan," pungkas Ali.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif