Ilustrasi. Foto: dok.MI
Ilustrasi. Foto: dok.MI

Gara-gara Covid-19, Tingkat Kemiskinan dan Pengangguran Naik Tajam

Ekonomi pengangguran kemiskinan Media Group Airlangga Hartarto pandemi covid-19 MGN Summit 2022
Husen Miftahudin • 27 Januari 2022 12:33
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui tingkat kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan mengalami kenaikan tajam akibat dampak pandemi covid-19. Namun, berhasil mengalami penurunan dan perbaikan seiring dengan langkah pemerintah menangani dampak pandemi.
 
"Indikator sosial positif dengan berbagai program pemulihan ekonomi, sehingga terjadi penurunan tingkat kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan. Meskipun indikator sosial tersebut sempat meningkat signifikan di 2020," ujar Airlangga dalam acara Media Group Network (MGN) Summit 2022 yang digelar secara hybrid, Kamis, 27 Januari 2022.
 
Adapun pada Maret 2020, tingkat kemiskinan di Indonesia mencapai 9,78 persen. Angka tersebut kemudian naik signifikan pada September 2020 dengan tingkat kemiskinan mencapai sebesar 10,19 persen. Kemudian stagnan di level 10,14 persen pada Maret 2021, dan melandai pada September 2021 dengan tingkat kemiskinan sebesar 9,71 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara tingkat pengangguran pada Februari 2020 tercatat sebesar 4,94 persen dan naik tajam hingga 7,07 persen pada Agustus 2020. Tingkat pengangguran tersebut kemudian melandai sebesar 6,26 persen pada Februari 2021 dan naik lagi di Agustus 2021 menjadi sebesar 6,49 persen.
 
Lalu untuk Rasio Gini pada Maret 2020 tercatat sebesar 0,381 dan naik pada September 2020 menjadi sebesar 0,385. Kemudian bergerak turun cenderung stagnan pada Maret 2021 sebesar 0,384 dan melandai pada September 2021 sebesar 0,381.
 
"Sudah terjadi juga perbaikan pada Rasio Gini, dan ini pemerintah terus mendorong berbagai program untuk menghilangkan kemiskinan ekstrem di 2024," tegas Airlangga.
 
Di sisi lain, perekonomian domestik terus melanjutkan pertumbuhan yang positif. Kinerja ekonomi Indonesia berhasil tumbuh pada kuartal II-2021 dan kuartal III-2021 di tengah kenaikan kasus akibat merebaknya covid-19 varian Delta pada Juli 2021.
 
Ekonomi Indonesia di kuartal II-2021 sendiri naik tajam hingga 7,07 persen (yoy) dari negatif 0,74 persen (yoy) pada kuartal I-2021. Sementara pada kuartal III-2021 juga masih tumbuh positif meski mengalami penurunan dibandingkan kuartal sebelumnya, yakni sebesar 3,51 persen (yoy).
 
Kemudian pada kuartal IV-2021, Airlangga mengharapkan ekonomi Indonesia bisa tumbuh di kisaran 4,7 persen sampai 5,0 persen. Sehingga secara keseluruhan 2021, ekonomi RI tumbuh sebesar 3,7 persen hingga 4,0 persen.
 
"Di 2022, ekonomi ditargetkan tumbuh 5,2 persen. Pemenuhan target tersebut tentunya akan sangat bergantung pada perkembangan kasus covid-19, respons penanganan melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), serta berbagai faktor lainnya," pungkas Airlangga.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif