Perusahaan yang berusia lebih dari 50 tahun, Telkom. Foto : Telkom.
Perusahaan yang berusia lebih dari 50 tahun, Telkom. Foto : Telkom.

Simak, Ini Rahasia Perusahaan Bertahan hingga di Atas 50 Tahun

Ekonomi perusahaan terkaya Ekonomi Indonesia Ekonomi Digital pandemi covid-19
Antara • 29 Juli 2021 12:35
Jakarta: Tidak banyak perusahaan dan merek di Indonesia yang mampu bertahan hingga di atas 50 tahun di tengah tantangan berat berbisnis di dalam negeri maupun global dan mereka yang mampu memiliki rahasia dan resep dalam membangun budaya kerja.
 
Pengamat bisnis dari Inventure, Yuswohady, mengatakan kultur atau core values yang kuat merupakan dasar suatu perusahaan bisa bertahan lama. Bentuk kultur tersebut, lanjut dia, bermacam-macam, misalnya inovatif, adaptif, punya operational excellence, dan kolaboratif.
 
"Jika perusahaan sudah berusia lebih dari 50 tahun, fondasi yang paling mendasar adalah kultur. Biasanya kalau perusahaan tersebut bertahan, kultur mereka sebetulnya sudah terbentuk. Kultur itulah yang juga menjadi landasan untuk bisa melanjutkan transformasi secara terus-menerus," katanya, dikutip dari Antara, Kamis, 29 Juli 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Diakuinya, masalah strategi, digitalisasi, dan operasional memang penting, tetapi yang paling mendasar adalah kultur yang sudah terbentuk baik diarahkan ataupun tidak
 
Menurut Yuswohady, perusahaan yang disebut living legend atau legendaris mampu membentuk kultur dengan evolving, baik dibentuk oleh karakter pendiri (founder) maupun oleh pemimpin yang kuat, sehingga bisa mewarnai nilai-nilai yang ada dalam perusahaan.
 
Group Chief Editor SWA Kemal Effendi Gani mengungkapkan tidak banyak perusahaan atau merek yang bisa disebut legendaris. Penelusuran Tim Riset SWA 2021, lanjut dia, ada sejumlah perusahaan dan merek yang usianya lebih dari 100 tahun dan saat ini tetap berkibar, baik swasta nasional maupun BUMN.
 
Perusahaan legendaris itu adalah PT Pura Barutama yang didirikan Ong Djing Tjong pada 1908, PT Aneka Gas Industri Tbk (1916), PT Tiga Raksa Satria Tbk (1919), dan PT PT Grand Kartech Tbk (1921).
 
Sementara untuk merek yang telah berusia 100 tahun, di antaranya ada Kopi Warung Tinggi, Kecap Benteng Teng Giok Seng, Kecap Cap Orang Jual Sate, Jamu Iboe, Minyak Gosok Cap Tawon, Dji Sam Soe, Soda Cap Badak, dan Peci M Iming.
 
Sedangkan BUMN di antaranya ada PT Pindad (Persero) dan PT Kimia Farma (Persero) Tbk yang berusia 200 tahun, kemudian PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero), PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Bio Farma (Persero) Tbk, dan PT Pegadaian (Persero) Tbk menyentuh 100 tahun.
 
"Tentu, kita berharap, deretan perusahaan dan merek Indonesia yang masuk dalam Living Legends semakin panjang, bahkan berusia hingga ratusan tahun, karena ini merupakan kekayaan yang luar biasa bagi negara kita," kata Kemal Gani.

 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif