Panen raya di Desa Rancaseneng Kecamatan Cikeusik, Pandeglang, Banten. Foto: Medcom.id
Panen raya di Desa Rancaseneng Kecamatan Cikeusik, Pandeglang, Banten. Foto: Medcom.id

Serapan Bulog untuk Beras Lokal Tembus 850 Ribu Ton

Ekonomi Bulog
Ilham wibowo • 28 Juli 2020 14:42
Banten: Realisasi pengadaan beras dalam negeri sampai dengan minggu ke IV Juli 2020 mencapai 850 ribu ton yang tersebar di semua wilayah kerja Perum Bulog seluruh Indonesia. Penyerapan dilakukan secara serentak di wilayah yang memasuki musim panen raya.
 
"Kami tidak batasi harga, kualitas bagus kami beli sesuai pasaran, jangan sampai kita impor," kata Dirut Perum Bulog (Persero) Budi Waseso saat memimpin proses panen raya di Desa Rancaseneng Kecamatan Cikeusik, Pandeglang, Banten, Selasa, 28 Juli 2020.
 
Pria yang akrab disapa Buwas ini menegaskan bahwa pihaknya akan terus menyerap beras dengan jumlah sebanyak mungkin yang diproduksi petani Tanah Air pada 2020. Penyerapan langsung kepada petani bahkan dilakukan lebih tinggi dari harga penyerapan pemerintah yang dipatok Rp4.200 per kg.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita tidak batasi, kalau mau jual kita ambil HPP Rp4.400 kalau mau adil, Rp5.500 padi kering juga kita akan beli," ungkapnya.
 
Mantan Kabareskrim Polri itu juga menargetkan pengadaan dalam negeri hingga akhir 2020 sebesar 1,4 juta ton setara beras, jumlah tersebut sudah diperhitungkan secara matang sesuai dengan kondisi di lapangan. Buwas menegaskan bahwa tidak ada wilayah yang tidak bisa dijangkau oleh Bulog untuk diserap hasil panennya.
 
"Produksi beras petani kami akan ambil dan kita jemput. Ini informasi dari Dandim dan Kapolres untuk wilayah mana yang panen dan produksi. Kami juga tugaskan anggota Bulog untuk datangi pada masa panen," tuturnya.
 
Buwas optimistis serapan beras dalam negeri bisa mencukupi untuk stok cadangan beras pemerintah untuk beragam kebutuhan seperti stabilitas harga dan program pemerintah. Hingga saat ini, stok beras di gudang Bulog juga tetap 1,4 juta ton dan terus bertambah di samping penyaluran beras untuk bantuan sosial pandemi covid-19.
 
"Sampai Desember kita masih bisa bertahan, tidak perlu impor. Beberapa wilayah masih panen besar dan kita akan ambil sebanyak mungkin. Jangan khawatir, Beras di Bulog nambah terus tidak susut," ujar Buwas.
 

(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif