Ilustrasi deflasi Juli 2020 - - Foto: dok Antara
Ilustrasi deflasi Juli 2020 - - Foto: dok Antara

Deflasi Juli Imbas Perlambatan Permintaan Domestik Akibat Covid-19

Ekonomi Bank Indonesia inflasi deflasi
Husen Miftahudin • 04 Agustus 2020 10:44
Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyatakan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juli 2020 mengalami deflasi sebesar 0,10 persen (mtm) setelah sebelumnya mengalami inflasi 0,18 persen (mtm). Deflasi Juli ini dipengaruhi oleh inflasi kelompok inti yang tetap rendah serta deflasi pada kelompokvolatile fooddanadministered prices.
 
"Inflasi inti yang terjaga rendah tidak terlepas dari pengaruh perlambatan permintaan domestik akibat pandemi covid-19, konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi, harga komoditas global di luar emas yang tetap rendah, dan stabilitas nilai tukar yang terjaga," kata Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam keterangan tertulis yang dikutipMedcom.id, Selasa, 4 Agustus 2020.
 
Inflasi inti pada Juli 2020 tercatat tetap rendah yakni 0,16 persen (mtm), meskipun meningkat dibandingkan dengan perkembangan bulan sebelumnya sebesar 0,02 persen (mtm) akibat kenaikan harga emas. Inflasi inti yang rendah tergambar pada beberapa komoditas seperti gula pasir, kopi bubuk, dan bawang bombay yang masing-masing tercatat deflasi 4,23 persen, 0,36 persen, dan 5,05 persen (mtm).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, inflasi emas tercatat naik dari deflasi 1,18 persen (mtm) menjadi 5,02 persen (mtm) sejalan dengan kenaikan harga emas dunia. Secara tahunan, inflasi inti tercatat 2,07 persen (yoy), melambat dibandingkan dengan inflasi Juni 2020 sebesar 2,26 persen (yoy).
 
Kelompokvolatile foodjuga mencatat deflasi 1,19 persen (mtm) pada Juli 2020, menurun dibandingkan dengan perkembangan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,77 persen (mtm). Deflasi kelompokvolatile foodterutama dipengaruhi oleh penurunan harga komoditas pangan seperti aneka bawang, daging ayam ras, dan beras.
 
Perkembangan ini juga sejalan permintaan domestik yang melambat serta pasokan yang memadai didukung dampak panen, distribusi di berbagai daerah yang terjaga, dan harga komoditas pangan global yang rendah. "Dengan perkembangan ini, inflasi kelompok volatile food secara tahunan tercatat 0,35 persen (yoy), lebih rendah dari inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 2,32 persen (yoy)."
 
Adapun kelompok administered prices mengalami deflasi 0,07 persen (mtm) pada Juli 2020, setelah pada bulan sebelumnya mencatat inflasi sebesar 0,22 persen (mtm). Deflasi tersebut terutama akibat menurunnya tarif angkutan udara sejalan penerapan strategi penurunan harga tiket oleh maskapai.
 
Sementara itu, tarif angkutan antarkota dan kendaraan roda empat daring, serta harga jual aneka rokok mengalami peningkatan. Secara tahunan, inflasi kelompok administered prices tercatat sebesar 0,70 persen (yoy) pada Juli 2020, lebih tinggi dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,52 persen (yoy).
 
"Ke depan, Bank Indonesia terus konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk mengendalikan inflasi tetap rendah dan terkendali dalam sasarannya sebesar tiga persen plus minus satu persen pada 2020," tutup Onny.

 
(Des)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif