Ilustrasi pemasangan tegangan listrik - - Foto: MI? Mohamad Irfan
Ilustrasi pemasangan tegangan listrik - - Foto: MI? Mohamad Irfan

PLN Pasok Listrik di Wilayah Penyangga Ibu Kota Baru

Ekonomi listrik pembangkit listrik PLN Ibu Kota Baru
Suci Sedya Utami • 20 Agustus 2020 14:57
Jakarta: PT PLN (Persero) siap memasok keandalan listrik di calon ibu kota baru Indonesia. Rencananya ibu kota akan pindah ke sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur pada 2024.
 
Komitmen perusahaan listrik pelat merah ini dibuktikan dalam bentuk pemberian tegangan pertama (energize) pada tiga proyek infrastruktur ketenagalistrikan yang berada di wilayah peyangga ibu kota. Di antaranya Gardu Induk (GI) 150 kiloVolt (kV) Embalut, GI 150 kV New Samarinda dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Embalut-New Samarinda.
 
“Penguatan sistem infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah Kalimantan Timur ini merupakan dukungan kesiapan Ibu Kota Negara yang baru serta perkuatan kota penyangga di sekitarnya,” tutur General Manager PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Kalimantan Bagian Timur (Kalbagtim), Muhammad Ramadhansyah, dalam keterangan resmi, Kamis, 20 Agustus 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menjekasjan jalur transmisi SUTT 150 kV Embalut-New Samarinda terdiri dari 45 tower dan terbentang sepanjang 28,4 kilometer sirkuit (kms) dari Kabupaten Kutai Kartanegara hingga Kota Samarinda. Infrastruktur ketenagalistrikan ini nantinya akan menambah keandalan sistem intekoneksi Kalimantan khususnya pada sistem kelistrikan Mahakam.
 
“Perkuatan sistem ini dikarenakan adanya penambahan daya oleh pembangkit IPP yaitu PLTU Embalut Ekspansi 2 Kaltim-4 dengan kapasitas 2x100 MW,” ujar Ramadhan.
 
General Manager PLN UIP Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) I Putu Riasa menambahkan PLN juga membangun jaringan transmisi 150 kV New Samarinda-Sambera dengan 67 tower yang terbentang sepanjang 40 kms.
 
Termasuk mengejar pembangunan dua jaringan transmisi bertegangan 150 kV di Sulawesi Barat (Sulbar) yaitu jaringan transmisi 150 kV Mamuju-Topoyo dan Topoyo-Pasangkayu. Percepatan pembangunan ini dilakukan sebagai upaya mempersiapkan Sulbar dan Sulawesi Tengah (Sulteng) sebagai provinsi penyangga bagi ibu kota baru Indonesia yang akan datang.
 
“Sisi barat Pulau Sulawesi dan Kalimantan Timur hanya dipisahkan oleh Selat Makassar. Ke depannya, tentu Sulbar dan Sulteng akan menjadi penyangga bagi Ibu Kota Baru yang berada di Kalimantan Bagian Timur. Industri, bisnis dan pusat pemerintahan yang akan hadir di sana tentu membutuhkan pasokan listrik yang memadai, oleh karena itu kami tengah siapkan dari sekarang,” terang dia.

Kedua jaringan transmisi yang memiliki lintasan sepanjang 181 km ini juga dibangun dalam rangka meningkatkan keandalan dan pasokan listrik bagi Kota Palu dan sisi barat Sulteng pascadilanda bencana gempa, tsunami dan likuifaksi pada 2018.
 
“Walaupun kondisi pandemi, kami terus berupaya merampungkan pembangunan dua jalur transmisi ini karena saat ini sistem kelistrikan di Sulawesi Tengah hanya di suplai dari Poso, sehingga suplai listrik dari arah selatan Sulawesi sangat dibutuhkan,” tambah Putu.
 
Lebih lanjut kata Putu, pembangunan dua transmisi itu diupayakan rampung pada September 2020. Kedua jaringan yang memiliki 534 total tower tersebut bakal meningkatkan kualitas tegangan di Mamuju Tengah, yang kerap drop ketika mencapai beban puncak.
 
“Progres fisik rata-rata dari kedua pembangunan ini sudah mencapai 80 persen. Walaupun di beberapa lokasi masih terdapat sedikit kendala sosial, kami berharap itu tidak mengganggu jalannya pekerjaan ini. Terima kasih juga kami sampaikan atas sinergitas masyarakat dan Forkopimda yang telah dan terus aktif mendukung kelancaran pembangunan ini," jelas Putu.
 
(Des)
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif