Ilustrasi PGN - - Foto: Medcom/ Suci Sedya
Ilustrasi PGN - - Foto: Medcom/ Suci Sedya

PGN Resmi Jual Gas Industri dengan Harga USD6/ MMBTU

Ekonomi perusahaan gas negara (pgn) aneka gas industri
Suci Sedya Utami • 05 Juni 2020 23:06
Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk resmi menjual gas bumi kepada industri dengan harga USD6 per million british thermal unit (MMBTU).
 
Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan side letter dari perjanjian jual beli gas (PJBG) antara PGN dan industri yang terdaftar dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 89 Tahun 2020 untuk area Jakarta, Tangerang, Bogor, Bekasi, Surabaya, dan Medan.
 
PGN bersama asosiasi industri tertentu pengguna gas bumi, Kementerian ESDM, dan Kementerian Industri telah merampungkan review komersial dalam PJBG yang akan berlaku mundur sejak 13 April 2020 sesuai Kepmen ESDM No 89K/2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun perubahan yang telah disepakati dalam PJBG hanya pada ketentuan harga gas menjadi USD6 per MMBTU di plant gate. Sementara ketentuan lain yang tertuang dalam PJBG lama adalah tetap dan tidak ada perubahan.
 
Direktur Komersial PGN Faris Aziz mengatakan terdapat 188 pelanggan dari tujuh sektor industri tertentu yang meneken kesepakatan tersebut. Ia bilang PGN akan melakukan penyesuaian produk kepada pelanggan sesuai ketentuan yang tertera dalam Kepmen untuk memastikan benefit gas hulu dapat tersalurkan kepada pelanggan di hilir.
 
"Sebagai bentuk upaya menjaga kehandalan penyaluran gas, saat ini PGN terus menyelesaikan kesepakatan dengan pemasok terkait ketersediaan alokasi gas,” kata Faris dalam keterangan resmi, Jumat, 5 Juni 2020.
 
Untuk niaga gas, perusahaan menyalurkan kepada enam sektor yakni kaca, keramik, baja, oleokimia, petrokimia, dan sarung tangan karet. Sementara industri pupuk membeli langsung gas kepada produsen gas di hulu, di mana PGN hanya mengangkut gas tersebut dengan mengenakan ongkos angkut (toll fee).
 
Di sisi lain, PGN juga tengah menyelesaikan kesepakatan teknis dan Letter of Agreement (LoA) dengan produsen gas. SKK Migas telah mengalokasikan gas sebesar 399 billion british thermal unit per day (BBTUD) untuk PGN Grup. Menurut Faris, Kepmen tersebut baru berlaku efektif setelah produsen gas menandatangani LoA.
 
“Dokumen LoA tersebut sebagai amandemen atas ketentuan dalam Gas Sales Agreement dengan pemasok,” jelas Faris.
 
Hingga saat ini PGN telah menandatangani lima LoA dengan total volume gas 125,9 BBTUD. Sementara total LoA yang harus diteken perusahaan yakni, 14 dokumen dengan total volume gas 328,6 BBTUD. Namun, PGN masih harus merampungkan sembila LoA lainnya.
 
“Kami masih menunggu kepastian dari produsen-produsen lainnya untuk persetujuan amandemen PJBG. Kami langsung menindaklanjutinya dalam proses komunikasi dengan pelanggan industri yang berhak mendapat insentif kebijakan tersebut dan sudah berjalan dalam beberapa hari ini,” ujar Faris.

 
Direktur Utama PGN Suko Hartono menuturkan kebijakan harga gas ini merupakan stimulus bagi industri untuk mendukung perekonomian nasional. Harapannya industri penerima manfaat dapat menyerap secara optimal sesuai lampiran dalam Kepmen.
 
“Dengan insentif harga gas USD6 per MMBTU, PGN mendorong industri memakai volume gas yang lebih besar agar selaras dengan tujuan peningkatan daya saing industri dan manfaatnya untuk pertumbuhan ekonomi,” tegas Suko.

 

(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif