Ilustrasi Gedung Kementerian BUMN - - Foto: Antara/ Wahyu Putro
Ilustrasi Gedung Kementerian BUMN - - Foto: Antara/ Wahyu Putro

BUMN Jadi Acuan Kondisi Normal Baru Hidup Bersih dan Sehat

Ekonomi bumn New Normal Pemulihan Ekonomi
Husen Miftahudin • 20 Mei 2020 18:03
Jakarta: Rektor Universitas Indonesia (UI) Ari Kuncoro menilai perusahaan-perusahaan BUMN menjadi acuan dalam kondisi normal baru (new normal) perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang muncul setelah pandemi virus korona (covid-19).
 
"Peranan BUMN cakupan sektornya itu sangat luas. Itulah sebabnya peranan BUMN yang pertama adalah menjagasupply chain, dan kedua sebagai sistem integrator pada saat adanya kondisi normal baru atau kondisi perilaku hidup bersih dan sehat," ujar Ari dalam forum diskusionlineyang diselenggarakan Indonesia Media (iD.M) bertajuk 'Indonesia Moving Froward' bersama Menteri BUMN Erick Thohir di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2020.
 
Peranan BUMN dalam mengimplementasikan kondisi normal baru terlihat di berbagai sektor. Sektor informasi dan komunikasi misalnya, akan menjadi tumpuan perubahan perilaku masyarakat yang tiba-tiba didorong untuk daring (online).
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lalu bisnis logistik dan transportasi yang disebut Ari akan semakin tumbuh seiring terbatasnya pertemuan fisik antara konsumsi dan produksi. Kemudian otomatisasi atau robotisasi tempat kerja terutama untuk pekerjaan yang sidatnya berulang-ulang.
 
Selanjutnya alat kesehatan, masker, sanitasi, obat-obatan, dan vaksin termasuk herbal dan suplemen. Sektor perdagangan, hotel, dan restoran juga akan pulih relatif cepat dan mengimplementasikan kondisi normal baru dengan tetap mematuhi prosedur kewaspadaan covid-19.
 
"Untuk penerbangan airline budget itu kalau ke toilet harus mengacungkan tangan, kemudian hotel mungkin berubah jadi sekadar menumpang tidur atau menjadi tempat untuk mencari suasana baru dan pengalaman baru. Jadi ini adalah norma-norma baru yang akan timbul nanti dalam suasana norma baru," ungkap Ari.
 
Menurutnya, perusahaan-perusahaan pelat merah memiliki kemampuan untuk menjadi acuan mengimplementasikan kondisi normal baru. "Karena dia bisa menghubungkan yang non-BUMN, terutama sektor informasi dan komunikasi, bisnis transportasi, produksi, kesehatan, serta sektor jasa perdagangan, hotel, dan restoran," tuturnya.
 
Selain itu, sebut Ari, BUMN juga punya peran besar dalam menyelamatkan perekonomian nasional imbas meluasnya penyebaran pandemi covid-19. BUMN mampu mendorong menciptakan kemandirian ekonomi dan produksi, serta merubah sistem rantai pasokan.
 
Pasalnya, ada kemungkinan covid-19 tidak cepat berakhir lantaran vaksin yang lama untuk ditemukan. Sehingga dibutuhkan mitigasi agar keberlangsungan ekonomi domestik tidak hibernasi.
 
"Jadi penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) ini sebenarnya adalah pilihan kebijakan yang mempetahankan ratai pasokan dan meminimalkan resesi. Ini adalah suaturange parameterantara keharusan untuk memutus penyebaran wabah dan keharusan untuk membuat perekonomian bisa berfungsi kembali jika terjadi pemulihan," pungkas Ari.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif