Kartu prakerja. Foto: Setkab.
Kartu prakerja. Foto: Setkab.

Digitalisasi Program Kartu Prakerja Minimalkan Praktik Korupsi

Ekonomi Kartu Prakerja
Al Abrar • 11 Juli 2020 19:54
Jakarta: Program Kartu Prakerja dinilai sebagai terobosan digital ekosistem dalam sebuah kebijakan pemerintah. Penerapannya yang melalui digitalisasi bisa meminimalisasi praktik korupsi dalam sebuah implementasi kebijakan.
 
"Karena tidak ada aliran uang yang keluar, tidak ada cash yang keluar," kata Co-Founder Katadata Insight Center Metta Dharmasaputradalam Seminar Nasional virtual yang diselenggarakan Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) bertemakan Kupas Tuntas Kartu Prakerja, Sabtu, 11 Juli 2020.
 
Menurut Metta, Kartu Prakerja berbeda dengan Bantuan Sosial (Bansos). Kartu Prakerja, kata dia, sejak awal didesain untuk memberi pelatihan guna meningkatkan keterampilan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia menuju visi Indonesia Maju 2045.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kartu Prakerja memang didesain bukan untuk bansos, tapi untuk pelatihan. Kita harus ada satu pemahaman bahwa ini (Kartu Prakerja) disusun tidak dalam kondisi normal (pandemi covid-19)," jelas Metta.
 
Baca:Presiden Terbitkan Perpres Baru tentang Kartu Prakerja
 
Metta menambahkan terobosan digital seperti apa yang dilakukan melalui Kartu Prakerja ini perlu terus didorong. Menurutnya, generasi muda terlebih para pencari kerja harus siap masuk ke era digital.
 
"Ini sebuah terobosan yang jangan sampai dia layu sebelum berkembang dengan sehat. Saya malah bersyukur ini ada percepatan digitalisasi dengan adanya covid. Jadi saya kira kita justru harus apresiasi dengan kebijakan digital ini (Kartu Prakerja)," ujar Metta.
 
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PP Kagama, AAGN Ari Dwipayana mengatakan Kartu Prakerja harus dilihat sebagai policy reform. Selama ini, menurut Ari, Indonesia menghadapi problem struktural di mana adanya ketidakseimbangan atau gap antara apa yang dibutuhkan dunia kerja dengan keterampilan tenaga kerja yang tersedia.
 
"Sehingga perlu ada jembatan yang bisa menyambung antara apa yang menjadi tingkat kompetensi dari pencari kerja dengan dunia kerja. Ini problem struktural yang puluhan tahun kita hadapi dan terobosan reform yang dilakukan adalah Kartu Prakerja," kata Ari.
 
Ari mengaku sepakat bahwa Kartu Prakerja ini masih memiliki ruang-ruang untuk penyempurnaan dan perbaikan.
 
"Ketika kita bicara tentang Kartu Prakerja sebagai sebuah inovasi atau policy reform itu pasti terbuka terhadap kritik. Masih ada ruang-ruang yang mungkin ada penyempurnaan dan perbaikan. Kritik itu adalah bagian dari upaya untuk membuat policy reform itu semakin baik. Kagama sangat setuju kalau misalnya ruang untuk kritik terhadap policy reform ini harus dilakukan dan evaluasi harus dikerjakan dan berbagai perbaikan itu harus dilakukan juga," ujar Ari.
 

(ALB)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif