Tabungan emas Pegadaian melonjak hingga dua kali lipat. Foto; dok MI/Ramdani.
Tabungan emas Pegadaian melonjak hingga dua kali lipat. Foto; dok MI/Ramdani.

Harga Emas Meroket, Tabungan Pegadaian Melonjak

Ekonomi harga emas pegadaian
Ade Hapsari Lestarini • 05 Maret 2020 15:26
Jakarta: Perusahaan gadai milik negara, PT Pegadaian (Persero), mencatat peningkatan jumlah nasabah Tabungan Emas menjadi 4,8 juta pada Januari 2020. Peningkatan ini seiring tren meroketnya harga emas dunia yang mendorong minat masyarakat untuk berinvestasi di logam mulia tersebut.
 
Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto mengatakan minat masyarakat untuk berinvestasi emas dengan membuka produk Tabungan Emas di Pegadaian trennya terus meningkat. Hal ini dibuktikan dengan pertumbuhan jumlah nasabah Tabungan Emas yang tinggi sepanjang tahun lalu hingga awal 2020.
 
"Tabungan Emas menjadi salah satu produk yang menorehkan kinerja cukup pesat pada tahun lalu. Jumlah nasabah Tabungan Emas melonjak tinggi pada 2019 dan ini berkontribusi pada peningkatan jumlah nasabah perseroan dan mendukung kinerja positif kami," kata Kuswiyoto, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 5 Maret 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hingga akhir 2019 lalu, Pegadaian membukukan jumlah nasabah produk Tabungan Emas sebanyak 4,6 juta nasabah, melonjak tajam 170 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya yakni 1,8 juta nasabah. Per Januari 2020, jumlah nasabah Tabungan Emas Pegadaian naik menjadi 4,8 juta nasabah.
 
Berdasarkan volume, produk Tabungan Emas Pegadaian sepanjang 2019 mencapai 3,99 ton, tumbuh 108 persen atau naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 1,91 ton. Selain itu ada sebagian nasabah yang menjual kembali emas yang dititipkan, sehingga jumlah titipan Tabungan Emas di Pegadaian per Januari 2020 sebesar 4,4 ton.
 
Pertumbuhan yang pesat tersebut menyumbang peningkatan jumlah nasabah Pegadaian, naik 30,3 persen menjadi 13,86 juta nasabah dari posisi 2018 sebanyak 10,64 juta nasabah. Dia mengungkapkan lonjakan ini seiring dengan masyarakat yang makin melek investasi pada komoditas likuid seperti emas.
 
"Harga emas terus meningkat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Sementara untuk memiliki emas di Pegadaian saat ini, menjadi salah satu alternatif investasi yang sangat mudah dijangkau oleh masyarakat. Apalagi produk Tabungan Emas sudah bisa dimiliki hanya dengan membeli 0,01 gram emas," jelasnya.
 
Kuswiyoto menambahkan bahwa investasi emas ini berbasis riil fisik emas dan mempunyai risiko fluktuasi harga emas.
 
Baca: Harga Emas Antam Turun Rp5.000/Gram
 
"Transaksi emas di Pegadaian di-backup oleh riil fisik emas bahkan sesuai dengan ketentuan OJK kami boleh menawarkan Tabungan Emas apabila sudah tersedia fisik emas. Dari sisi risiko, investasi emas juga dipengaruhi oleh fluktuasi harga, dan dalam jangka panjang harga emas akan terus meningkat," papar Kuswiyoto.
 
Pada tahun ini Pegadaian menargetkan peningkatan jumlah nasabah Tabungan Emas minimal sebanyak 1,8 juta nasabah. Penambahan jumlah nasabah tersebut optimistis dapat dicapai oleh perseroan mengingat sejumlah keunggulan yang dimiliki produk Tabungan Emas.
 
Menurut dia, walaupun uang pas-pasan, masyarakat bisa menyisihkan sebagian dana cadangan untuk berinvestasi emas. Tabungan emas di Pegadaian dapat dimiliki mulai Rp7.000-an, dengan menyetor uang maka langsung terkonversi ke dalam bentuk gram di dalam buku Tabungan Emas. Setelah mencapai minimal satu gram emas, Tabungan Emas dapat dicetak.
 
Selain itu Tabungan Emas di Pegadaian adalah bisa dijual kembali, bisa digadaikan dengan tarif sewa modal yang sangat kompetitif, bisa dikonversi menjadi perhiasan, bisa dijadikan agunan biaya naik haji dan umrah.
 
"Kami akan terus mendorong perluasan layanan untuk memberikan akses yang lebih baik bagi masyarakat, baik melalui transaksi secara digital maupun manual," papar Kuswiyoto.
 
Saat ini semakin banyak masyarakat yang menyadari perlunya investasi sebagian asetnya dalam bentuk emas. Hal ini dikarenakan adanya ketidakpastian di pasar keuangan global yang ikut memengaruhi kondisi perekonomian nasional.
 
Dia memaparkan harga emas dari tahun ke tahun mengalami tren peningkatan. Pada 2018 harga emas menembus rekor sebesar Rp600 ribu per gram dan tahun lalu harga emas menyentuh Rp700 ribu per gram dan diawal 2020 sudah menyentuh Rp800 ribu per gram.
 
Sementara harga emas 24 karat Antam mencapai Rp827 ribu per gram pada Selasa malam, 3 Maret 2020, rekor tertinggi sepanjang masa setelah menembus Rp809 ribu per gram pada 24 Februari lalu.
 
Secara global, harga emas dunia sudah melampaui level psikologis USD1.600 per troy ounce pada 19 Februari 2020 dan mencapai rekor tertinggi USD1.643,31 per troy ounce.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif