Ilustrasi. Foto: Kemendikbud
Ilustrasi. Foto: Kemendikbud

SDM Industri Dituntut Adaptif di Tengah Disrupsi Teknologi

Ekonomi Kementerian Perindustrian Vokasi
Insi Nantika Jelita • 29 November 2020 18:04
Jakarta: DI tengah kondisi disrupsi teknologi yang menuntut dilakukannya pengembangan sumber daya manusia (SDM), Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong mahasiswa vokasi untuk selalu adaptif.
 
Hal itu disampaikan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Eko Cahyanto dalam wisuda nasional bagi lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK), Politeknik dan Akademi Komunitas di lingkungan Kementerian Perindustrian 2020 yang digelar daring.
 
"SDM industri harus adaptif dalam kondisi saat ini, di tengah disrupsi teknologi dan pandemi covid-19 yang mengubah banyak hal dari kehidupan kita," ujar Eko yang dikutip dari Mediaindonesia.com, Minggu, 29 Noveber 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Eko menuturkan serapan lulusan pendidikan vokasi di dunia kerja menurun selama setahun belakangan ini. Pada 2019 serapan lulus pendidikan vokasi sebesar 81,89 persen untuk SMK dan 51,91 persen untuk perguruan tinggi. Sedangkan, pada 2020, serapan lulusan pendidikan vokasi di dunia kerja sebesar 75,70 persen untuk SMK dan 47,85 persen untuk perguruan tinggi.
 
Dia berpesan, agar para lulusan SMK, Sekolah Menengah Analis Kimia (SMAK), dan Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMTI) yang berprestasi agar diarahkan untuk melanjutkan kuliahnya lalu direkrut menjadi guru.
 
"Sedangkan, untuk lulusan Politeknik berprestasi di dorong untuk melanjutkan kuliah kembali dan selanjutnya dipersiapkan menjadi dosen," kata Eko.
 
Adapun, wisuda nasional Kemenperin mengusung tema Skills for the Future, meluluskan sebanyak 1.889 siswa SMK serta 3.866 mahasiswa politeknik dan akademi komunitas tahun ajaran 2019/2020 dari seluruh unit pendidikan di lingkungan Kemenperin.
 
"Untuk lulusan Politeknik dan Akademi Komunitas, rata-rata telah terserap baik bekerja di industri, kuliah lanjut dan menjadi wirausaha sebesar 47,85 persen atau sebanyak 1.850 orang," jelas Eko.
 
Hingga tahun-tahun mendatang, Eko menyebut, Indonesia akan mengalami bonus demografi, dengan pemuda-pemudi produktif bakal mendominasi penduduk Indonesia.
 
"Bonus demografi ini merupakan modal penting bagi kami untuk menyiapkan SDM industri yang kompeten dan berdaya saing untuk mendorong percepatan hilirisasi industri demi program subtitusi impor," pungkas Eko.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif