Ilustrasi Omnibus Law. Foto: Medcom.id
Ilustrasi Omnibus Law. Foto: Medcom.id

Kebut PP Turunan UU Cipta Kerja, Pemerintah Ingin Percepat Kemudahan Investasi

Ekonomi BKPM Omnibus Law UU Cipta Kerja
Eko Nordiansyah • 08 Oktober 2020 20:15
Jakarta: Pemerintah akan mengebut penyelesaian Peraturan Pemerintah (PP) sebagai turunan dari Undang-Undang (UU) Cipta Kerja. Tercatat ada sekitar 40 PP yang akan diselesaikan pemerintah dalam target satu bulan ke depan.
 
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, sebenarnya dalam UU pemerintah punya waktu tiga bulan untuk menyusun PP. Namun pemerintah berkeyakinan, jika dapat diselesaikan lebih cepat maka lebih baik.
 
"Kita memakai konsep lebih cepat, lebih baik. Kalau bisa satu bulan kenapa harus tiga bulan. Semua ini dilakukan dalam rangka melakukan percepatan untuk pelayanan kepada masyarakat bidang usaha," kata dia dalam video conference di Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bukan hanya itu, PP juga akan mengatur soal Norma Standar Prosedur dan Kriteria (NSPK). Ia menambahkan, dengan adanya NSPK ini maka ego sektoral antara kementerian/lembaga (K/L) maupun pemerintah daerah dijamin tidak akan ada lagi.
 
"Dengan NSPK ini K/L yang punya kewenangan melakukan izin ditarik semua lewat BKPM sesuai Inpres Nomor 7. Notifikasi pun kami kasih waktu untuk NSPK kalau sifatnya administrasi contohnya tidak boleh lebih dari tujuh hari dan kita bisa tahu mandeknya di mana?" ungkapnya.
 
Menurutnya, apabila tidak melakukan notifikasi secara hukum maka lembaga OSS yang akan melanjutkan proses perizinan tersebut. Bahlil menjamin dengan penerapan NSPK ini maka perizinan akan menjadi semakin mudah, cepat, dan efisien bagi investor.
 
"Untuk mendapatkan kepastian, kemudahan, efisien, dan kecepatan. Dan ini termasuk izin daerah, selama ini izin lokasi, hanya kepala daerah dan Tuhan yang tahu kapan mau dikeluarkan. Dengan NSPK sudah ada rambu-rambu aturan mainnya, insyaallah dengan ini akan lebih baik," pungkas dia.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif