Ilustrasi UMKM. Foto: MI/Andri Widianto
Ilustrasi UMKM. Foto: MI/Andri Widianto

UMKM Indonesia Masih Tertinggal di Kawasan ASEAN

Ekonomi asean UMKM Kementerian Koperasi dan UKM
Ilham wibowo • 21 Oktober 2020 13:07
Jakarta: Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebut bahwa di masa pandemi covid-19, pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci kemajuan bangsa Indonesia di masa depan. SDM unggul berkorelasi erat dengan peningkatan produktivitas kerja dan memenangkan persaingan usaha.
 
"Nah produktivitas UMKM ini menjadi isu yang besar, kalau kita bandingkan UMM negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, atau Vietnam yang jumlah UMKM yang relatif lebih kecil daripada Indonesia tapi produktivitasnya lebih besar dari kita," kata Teten saat membuka festival kewirausahaan Astra secara virtual, Rabu, 21 Oktober 2020.
 
Menurut Teten, sektor UMKM yang melibatkan 99 persen usaha di Indonesia juga masih perlu mengejar ketertinggalan produktivitas dengan industri besar yang jumlahnya hanya 0,1 persen. Isu lain yang mesti dicari solusinya adalah dominannya suatu produk di pasaran, tetapi tidak diimbangi dengan penyerapan yang maksimal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Masalah produktivitas dan kualitas ini menjadi isu utama di UMKM, perlu ditingkatkan agar UMKM kita bisa kompetitif produknya dengan produk-produk lain termasuk juga produk impor," ujarnya.
 
Teten memaparkan bahwa peningkatan jumlah entrepreneur di Indonesia sangat perlu dilakukan untuk mendukung tujuan bangsa sebagai negara maju. Angka ideal, kata Teten, rasio jumlah penduduk dan kelompok wirausaha minimal 4 persen.
 
"Sekarang rasio Indonesia baru 3,47 persen dan ini relatif rendah kalau kita bandingkan dengan negara-negara ASEAN seperti Singapura yang sudah mencapai 8,76 persen, Thailand 4,26 persen, serta Malaysia sudah mencapai 4,74 persen," ungkapnya.
 
Jumlah UMKM Indonesia yang tertinggi di ASEAN, kata Teten, belum cukup untuk bisa langsung bersaing dengan negara yang UMKM-nya lebih sedikit tapi mampu tumbuh produktif. Dominasi kelompok mikro atau informal di Indonesia mesti segera ditingkatkan levelnya ke skala kecil hingga menengah.
 
"Tantangan tersebut harus kita respons dengan upaya keras bagaimana menyiapkan UMKM kita yang didukung oleh SDM unggul juga didukung oleh ekosistem yang memungkinkan UMKM kita bisa berkembang meliputi akses pembiayaan, akses pasar, akses pengembangan teknologi produksi, akses pengembangan kewirausahaan dan didukung oleh rantai pasokan yang memadai," paparnya.
 
Teten menambahkan bahwa arah menuju akselerasi pengembangan UMKM Indonesia telah dituangkan Undangan-Undang Cipta Kerja. Kemudahan usaha yang dirancang bisa menyambut transformasi dari usaha perorangan menjadi skala ekonomi dengan bantuan teknologi digital.
 
"Digitalisasi menjadi penting bagi UMKM karena dengan terhubung dengan ekosistem digital maka sebenarnya UMKM terhubung ke pasar yang lebih luas," pungkasnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif