Ilustrasi. Foto: AFP/Bay Ismoyo.
Ilustrasi. Foto: AFP/Bay Ismoyo.

Lampaui Target, Surabaya Catat Investasi Rp64 Triliun di Tengah Pandemi

Ekonomi investasi hut surabaya ekonomi daerah pandemi covid-19
Amaluddin • 20 Januari 2021 22:32
Surabaya: Investasi di Kota Surabaya tetap melonjak meski di tengah pandemi covid-19. Bahkan sepanjang 2020, capaian investasi di Kota Pahlawan tembus Rp64 triliun, melebihi target yang semula Rp63 triliun.
 
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Surabaya M. Taswin mengatakan pandemi covid-19 tidak begitu memengaruhi kinerja investasi di Kota Surabaya. Sebab, nilai investasi yang masuk ke Kota Pahlawan selama 2020 sudah melebihi target yang ditetapkan Rp63 triliun.
 
"Kalau persentasenya, capaian investasi di 2020 mencapai 100,70 persen," kata Taswin, di Balai Kota Surabaya, Rabu, 20 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, nilai investasi yang masuk ke Surabaya melebihi pencapaian 2019 sebesar Rp53 triliun, dan realisasinya mencapai Rp62 triliun. Kemudian target investasi 2020 dinaikkan menjadi Rp63 triliun dan realisasinya mencapai Rp64 triliun. "Itu artinya, jika dibanding tahun lalu, Surabaya masih ada peningkatan investasi, meskipun kita berada di tengah pandemi," ungkapnya.
 
Menurut Taswin, nilai investasi sebesar Rp64 triliun itu berasal dari dua jenis. Pertama dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp1,5 triliun, lalu dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang terdiri dari PMDN fasilitas sebesar Rp20,63 triliun dan PMDN non-fasilitas sebesar Rp41,92 triliun.
 
"Jika dibandingkan 2019 lalu, memang PMA kita ada penurunan karena pada 2019 mencapai Rp2,44 triliun, dan 2020 hanya Rp1,5 triliun. Tapi yang naik pada 2020 adalah PMDN-nya, terutama yang PMDN fasilitas sebesar Rp20,63 triliun, dan 2019 hanya Rp16,77 triliun. Jadi, yang PMDN fasilitas ini naiknya sangat tinggi," jelasnya.
 
Menurut Taswin, ada lima sektor yang mendominasi PMA 2020. Pertama, transportasi, gudang dan telekomunikasi. Kedua, perdagangan dan reparasi. Ketiga industri makanan. Keempat konstruksi. Serta kelima adalah kesehatan.
 
Sedangkan lima sektor yang mendominasi PMDN fasilitas 2020 adalah transportasi, gudang dan telekomunikasi, industri makanan, listrik, gas dan air. Lalu perdagangan dan reparasi, industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya.
 
Sementara lima sektor yang mendominasi PMDN non-fasilitas 2020 adalah perdagangan dan reparasi, konstruksi. Perumahan, kawasan industri dan perkantoran. Transportasi, gudang dan telekomunikasi, hotel dan restoran.
 
Di samping itu, ia juga memastikan bahwa investasi di Surabaya lebih banyak didorong oleh perkembangan UMKM yang terus meningkat hingga saat ini. Bahkan, ia juga memastikan bahwa UMKM ini tidak terlalu terpengaruh kondisi pandemi covid-19.
 
"UMKM ini malah  survive di Surabaya. Makanya, kami terus berkomitmen untuk mempermudah perizinan usaha perdagangan itu," pungkas dia.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif