Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk Destiawan Soewardjono bersama rombongan sedang melakukan Kunjungan Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM). FOTO: Waskita Karya
Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk Destiawan Soewardjono bersama rombongan sedang melakukan Kunjungan Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM). FOTO: Waskita Karya

Waskita Karya Genjot Pembangunan Infrastruktur di Jawa Timur

Ekonomi waskita karya
Angga Bratadharma • 25 November 2020 09:31
Surabaya: PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) terus ekspansif dalam pengembangan infrastruktur di Jawa Timur yang harapannya berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing di masa mendatang. Setidaknya ada tiga ruas tol yang pembangunannya dilakukan WSKT.
 
Pertama, ruas tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) sepanjang 38,29 kilometer (km) dengan nilai investasi proyek mencapai Rp12,22 triliun. Kedua, ruas tol Pasuruan-Probolinggo sepanjang 43,75 km dengan nilai investasi Rp6,36 triliun. Ketiga, ruas tol Probolinggo-Banyuwangi dengan nilai kontrak mencapai Rp1,05 triliun.
 
Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono mengatakan pembangunan jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar akan memberikan aksesibilitas atau mobilisasi yang sangat baik bagi kendaraan logistik ke kawasan industri Java Integrated and Ports Estate (JIIPE), yang merupakan kawasan industri terintegrasi pertama di Indonesia dan terbesar di Jawa Timur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tol KLBM ini akan segera diresmikan sehingga bisa dibuka untuk umum. "Tol ini akan menjadi backbone pada jalur logistik di Jawa Timur," kata Destiawan, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 25 November 2020.
 
Pembangunan tol KLBM terdiri atas empat seksi. Pada Seksi 1 Krian-Kademean Mengganti sepanjang 9,77 km dengan progres konstruksi telah mencapai 100 persen. Seksi 2 Kademean Mengganti Boboh sepanjang 8,83 km progres konstruksi telah mencapai 100 persen. Seksi 3 Boboh-Bunder sepanjang 10,40 km progres konstruksi telah mencapai 100 persen.
 
Sementara untuk Seksi 4 ruas Bunder-Manyar belum bisa dipastikan kapan rampung lantaran terhambat pandemi covid-19, sehingga alokasi anggaran untuk melanjutkan pengerjaannya terkena refocusing. Untuk pembangunan ruas tol Pasuruan-Probolinggo terdiri atas 4 Seksi. Pada Seksi 1-3 telah beroperasi, sedangkan Seksi 4 masih dalam proses konstruksi.
 
Ruas tol ini memberikan aksesibilitas atau mobilisasi yang sangat baik bagi kendaraan logistik, sehingga meningkatkan produktivitas kegiatan dan menciptakan kebangkitan perekonomian, serta menciptakan lapangan kerja. Dalam proyek ini pemegang konsesi adalah PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol.
 
Sementara untuk perkembangan proyek tol Probolinggo-Banyuwangi lama pengerjaan akan dilakukan 730 hari kalender. Ruas ini nantinya akan dikelola oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dan Waskita hanya sebagai kontraktor pada paket I yang ber-JO dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
 
"Untuk kontrak paket ini sudah dapat namun Surat Perintah Mulai Kerja nya (SPMK) masih menunggu dari Jasa Marga," jelas Destiawan.
 
Destiawan menjelaskan sinergi yang dilakukan Waskita dalam proyek ini merupakan upaya bersinergi dengan pemerintah setempat untuk meningkatkan keterlibatan pengusaha/mitra setempat/lokal khususnya UMKM. Mempekerjakan masyarakat sekitar sebagai karyawan kontrak proyek dengan kemampuan dan kompetensi sesuai bidang.
 
Waskita juga mengakomodir UMKM melalui program PADI (Pasar Digital UMKM Indonesia). Strategi yang digunakan Waskita antara lain memastikan pekerjaan yang dilakukan di lapangan sesuai spesifikasi yang telah diisyaratkan. Menerapkan Gugus Kendali Mutu (GKM) pada setiap pekerjaan dengan tujuan hasil pekerjaan terukur sesuai dengan spesifikasi.
 
"Diperbanyaknya pemasangan rambu-rambu batas kecepatan maksimal dalam berkendara. Mengedepankan Quality Health Safety Environment (QHSE) sebagai kebutuhan utama dalam melaksanakan pekerjaan," pungkas dia.
 
Lebih lanjut Waskita terus menjaga keberlanjutan usahanya. Pada tahun ini, Waskita memproyeksikan potensi pengembangan bisnis dalam beberapa tahun ke depan mencapai kurang lebih Rp92 triliun. Potensi pengembangan bisnis dalam lima tahun ke depan tersebut meliputi proyek di Jawa yakni infrastruktur, konektivitas, dan pipanisasi senilai Rp49 triliun.
 
Selanjutnya potensi proyek di Kalimantan Timur dan Sulawesi untuk infrastruktur konektivitas dan EPC senilai Rp20 triliun. Kemudian nilai proyek yang dikembangkan oleh entitas anak usaha, PT Waskita Realty yakni Waskita Modern Realty (Jawa Barat).
 
Adapun untuk tahun ini, Waskita menargetkan nilai kontrak baru sebesar Rp26,8 triliun. Hingga Oktober raihan kontrak baru mencapai Rp15 triliun. Raihan nilai kontrak baru paling besar berasal dari pembangunan tol, bendungan, irigasi, perkuatan pantai di DKI, Sewerage di Jambi, dan gedung.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif