Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki bersama Menteri Sosial Juliari P Batubara mengunjungi perajin comring. Foto: dok Kemenkop UKM.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki bersama Menteri Sosial Juliari P Batubara mengunjungi perajin comring. Foto: dok Kemenkop UKM.

Penerima Program Bansos Naik Kelas Jadi Usaha Mikro

Ekonomi bansos UMKM Kementerian Koperasi dan UKM kementerian sosial
Ade Hapsari Lestarini • 25 November 2020 10:12
Bandung: Program-program bantuan sosial (bansos) yang digulirkan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai menunjukkan hasil. Salah satunya adalah program Kewirausahaan Sosial yang digulirkan Kementerian Sosial RI.
 
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan sudah banyak penerima program Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang telah graduasi mandiri.
 
"Saya melihat langsung keberhasilan program PKH di lapangan, penerima PKH sudah mentas dan naik kelas menjadi usaha mikro," ungkap Teten saat bersama Menteri Sosial Juliari P Batubara mengunjungi perajin Comring (Comro Singkong Kering) merek Raja Rasa di Desa Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, dikutip dalam keterangan resminya, Rabu, 25 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemilik Comring, Yani Suryani, merupakan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH yang telah graduasi dan memiliki potensi berwirausaha dan mendapatkan stimulus melalui ProKUs (Program Kewirausahaan Sosial) dari Kementerian Sosial RI.
 
"Artinya, dari program-program sosial yang sudah digulirkan pemerintah, sudah mulai terlihat ada pergerakan dan pertumbuhan di masyarakat," jelas Teten.

Bergabung ke koperasi

Setelah naik kelas menjadi usaha mikro, Teten mendorong mereka untuk membentuk atau bergabung ke dalam wadah koperasi. "Saya berharap para pelaku usaha mikro tersebut dilembagakan ke dalam wadah koperasi. Tujuannya, agar bisa lebih mendapatkan nilai ekonomis bagi usahanya," jelas Teten.
 
Dengan berkoperasi, para pelaku usaha mikro bisa lebih fokus dalam urusan produksi dan menjaga kualitas produk. "Urusan penyediaan bahan baku hingga pemasaran, akan dikerjakan koperasi," ujar dia.
 
Teten menegaskan pihaknya akan membantu mereka dalam mendirikan koperasi. "Setelah mendirikan koperasi, maka akan bisa mendapatkan pembiayaan murah untuk usaha mikro melalui koperasi," kata Teten.
 
Dalam kesempatan itu, Teten menekankan adanya kesinambungan program antar kementerian. "Setelah dibina Kemensos melalui program kewirausahaan sosial, kini setelah menjadi usaha mikro menjadi binaan dari KemenkopUKM," tambah Teten.
 
Sementara itu, Mensos Juliari mengungkapkan bahwa siklus program pengentasan kemiskinan sudah berjalan dan dilakukan secara tuntas. "Saat ini, penerima Bansos PKH sudah bisa mengakses KUR atau dana bergulir LPDB-KUMKM melalui koperasi," ucap Mensos.
 
Untuk itu, Mensos mengharapkan keluarga penerima program PKH tidak terlalu lama, atau paling lama mendapat sentuhan program tersebut selama lima tahun.
 
"Dalam hitungan lima tahun itu harus sudah mentas atau naik kelas menjadi usaha mikro. Karena, yang mengantri program PKH masih banyak," ungkap Juliari.
 
Mensos pun mengajak MenkopUKM bekerja sama dalam hal database pelaku usaha mikro di seluruh Indonesia. "Kegiatan ekonomi keluarga harus terus berjalan. Setelah dari program PKH Kemensos, kini akan dilanjutkan KemenkopUKM sebagai usaha mikro," pungkas Mensos.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif