Ilustrasi. Foto: AFP/Bay Ismoyo
Ilustrasi. Foto: AFP/Bay Ismoyo

Penerima Bantuan Sosial Tunai Tahun Depan Jadi 10 Juta KPM

Ekonomi bansos kementerian sosial
Husen Miftahudin • 26 Oktober 2020 16:16
Jakarta: Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin (Dirjen PFM) Kementerian Sosial Asep Sasa Purnama menyatakan bahwa pemerintah akan melanjutkan program Bantuan Sosial Tunai (BST) bagi masyarakat yang terkena dampak pandemi covid-19 hingga Juni 2021. Jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pun bertambah menjadi 10 juta, dari sembilan juta KPM.
 
"Sesuai dengan Keputusan Presiden karena fenomena covid-19 ini masih dinamis, sehingga kami mendapatkan amanah sementara ini untuk tahun depan ini dilanjut, tapi hanya sampai Juni," ujar Asep dalam diskusi virtual Bantuan Sosial Tunai Dukung Masyarakat saat Pandemi, Jakarta, Senin, 26 Oktober 2020.
 
Selain itu, nilai bantuan sosial (bansos) ini juga berkurang menjadi Rp200 ribu per bulan untuk setiap KPM. Hal ini mempertimbangkan banyaknya bantuan yang digulirkan kementerian/lembaga lain terkait program serupa, sehingga memungkinkan KPM program BST mendapatkan bantuan lain di luar program ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk jumlahnya itu tahun depan BST ini sasarannya menjadi 10 juta dan menyapu semua provinsi termasuk DKI Jakarta, sehingga BLT ini lebih berkembang, ditujukan bagi 34 provinsi," paparnya.
 
Program BST sebelumnya telah disalurkan pada April-Juni 2020 dengan nilai bantuan sebesar Rp600 ribu per KPM. Kemudian nilai bantuan ini juga kembali berkurang menjadi Rp300 ribu per KPM untuk penyaluran gelombang kedua pada periode Juli-Desember 2020.
 
Namun demikian, program BST pada gelombang satu dan dua hanya menjangkau 33 provinsi. Masyarakat yang berasal dari Provinsi DKI Jakarta, Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan tidak mendapatkan bansos ini lantaran telah mendapatkan bantuan sosial sembako.
 
"Bantuan Sosial Tunai ini adalah satu program yang ditujukan untuk memperkuat penanganan pandemi covid-19. Sasarannya adalah orang-orang miskin, rentan miskin, dan yang terdampak pandemi covid-19," tegas Asep.
 
Adapun realisasi program BST ini secara nasional hingga kini telah mencapai sebanyak 82 persen. Penyaluran bansos ini dilakukan bekerja sama dengan PT Pos melalui kantor pos, komunitas, dan juga langsung ke rumah-rumah warga disabilitas dan lanjut usia. Termasuk ke daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
 
"Tentu sukses penyaluran ini bukan hanya dari kebijakan Kemensos, tapi juga ada kontribusi PT Pos yang ada di berbagai daerah dengan perjuangan yang luar biasa," pungkas Asep.

 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif