Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Petani Milenial Ajak Anak Muda Terjun ke Sektor Pertanian

Ekonomi berita kementan
Gervin Nathaniel Purba • 24 Oktober 2020 17:14
Jakarta: Para petani milenial mengajak anak muda Indonesia untuk menekuni dan menggeluti dunia pertanian. Sebab menurut mereka, dunia pertanian adalah dunia pasti yang sangat menjanjikan untuk menambah jumlah penghasilan.
 
Agus Ali Nurdin misalnya. Petani milenial yang pernah ikut magang Kementan di Jepang ini menceritakan bahwa penghasilnya dari usaha tani bisa mencapai Rp500 juta per bulan. Bahkan, saat ini hasil sayurannya mampu disuplai ke berbagai outlet, mal, dan restoran Jepang yang ada di Jakarta.
 
"Kuncinya hanya satu, tanam, tanam, dan tanam. Karena sejatinya manusia membutuhkan makanan dan produksi akan berjalan setiap harinya," ujar Agus dalam acara Tik-Talk Kementan yang digelar di Gedung PIA, Kementerian Pertanian, dikutip keterangan tertulis, Sabtu, 24 Oktober 2020

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Agus, anak muda harus belajar memanfaatkan waktunya sendiri untuk sesuatu yang lebih produktif. Anak muda harus mampu menjadi inisiator perubahan bangsa yang lebih baik. Karena itu, ia berharap mereka mampu memanfaatkan berbagai fasilitas dan menyerap program pemerintah yang berkaitan dengan pertanian.
 
"Saya sudah membuktikan bahwa binaan Kementan bisa produktif dan inovatif dalam memajukan sektor pertanian," katanya.
 
Sementara itu, seorang petani milenial lainnya yang mengembangkan beras organik pringkasap, Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa kunci menjadi seorang petani sukses adalah keberanian dalam berinovasi.
 
Jika keberanian sudah tertanam dalam diri, maka bukan tidak mungkin Indonesia memiliki konglomerat muda yang berasal dari sektor pertanian.
 
"Selain berinovasi, kita juga tidak boleh sendirian. Sebagai petani kita perlu tergabung dalam kelompok tani untuk menambah pengetahuan," katanya.
 
Untuk diketahui, usaha Dedi sebagai petani mampu mengantongi omzet bersih hingga Rp100 juta per bulan.
 
Sementara itu, meski usahanya baru seumur jagung, peternak telor ayam kampung, Pradizzia Triane Intan mengaku sangat termotivasi dengan pengusaha mida lainya yang sukses mengembangkan usaha ternak.
 
"Sebagai alumni dari Polbangtan Bogor, saya ingin memanfaatkan ilmu yang saya dapat ketika di Polbangtan. Saya berharap bisa memberikan lapangan pekerjaan nantinya," katanya.
 
Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri menyampaikan bahwa regenerasi petani merupakan kunci utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, Kuntoro beharap petani milenial dapat menjadi inspirasi bagi seluruh anak muda Indonesia.
 
"Kita semua bisa menjadi pahlawan pangan. Dengan menjadi petani milenial kita bisa membantu ketahan pangan," katanya.
 
(ROS)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif