Baterai Listrik. Foto ; AFP.
Baterai Listrik. Foto ; AFP.

Indonesia Perlu Percepat Industri Baterai Listrik

Ekonomi investasi korea selatan Tiongkok Baterai kendaraan Listrik
Antara • 21 April 2022 11:43
Jakarta: Pengamat ekonomi menilai Indonesia perlu mempercepat industri baterai listrik agar bisa mengembangkan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.
 
"Indonesia adalah salah satu penyumbang bahan baku yang cukup besar di dunia," kata Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad, dikutip dari Antara, Kamis, 21 April 2022.
 
Indef menilai pemerintah sudah cukup baik dalam mengembangkan nikel, bahan baku baterai kendaraan listrik, antara lain dengan kebijakan ekspor. Dia melihat untuk mempercepat industri ini, masih banyak langkah yang bisa dilakukan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indonesia memerlukan investor yang sudah lebih dulu terjun ke kendaraan listrik, antara lain Korea Selatan dan Tiongkok, untuk berinvestasi lebih besar. Tauhid menilai pabrikan kendaraan listrik asal Tiongkok bisa bersaing dengan kendaraan konvensional yang sekarang ada di Indonesia.
 
Selain itu, pemain lokal, seperti Indonesia Battery Corporation bisa menggandeng investor sebagai ekosistem kendaraan listrik.
 
Lembaga tersebut juga menilai pemerintah Indonesia perlu memberikan insentif tambahan untuk mengembangkan kendaraan listrik (electric vehicle) dan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (battery electric vehicle), misalnya dengan pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM).

Insentif baterai listrik

Insentif, menurut Indef, juga bisa diberikan dalam bentuk kredit, subsidi dan kewajiban menggunakan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai bagi objek tertentu. Langkah lain yang bisa ditempuh untuk mendorong pengembangan kendaraan listrik adalah peta jalan untuk mengurangi emisi hingga nol (zero emission).
 
Selain insentif, pemerintah juga bisa memberikan disinsentif bagi kendaraan konvensional dalam rangka mengurangi emisi dan ketergantungan kepada bahan bakar minyak. Kebijakan yang bisa dilakukan antara lain pajak dan cukai untuk BBM dan peningkatan PPnBM.
 
Terakhir, Indef menilai kebijakan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) perlu diterapkan pada produk-produk kendaraan listrik, yaitu dengan bermitra dengan produsen lokal. Langkah ini dinilai bisa menekan harga kendaraan listrik berbasis baterai.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif