Ilustrasi. Foto: dok MI.
Ilustrasi. Foto: dok MI.

Inalum Catat Produksi Aluminium 243 Ribu Ton di 2021

Ekonomi BUMN pertambangan inalum MIND ID
Annisa ayu artanti • 20 Januari 2022 20:17
Jakarta: PT Indonesia Asahan Aluminium/Inalum (Persero), bagian holding BUMN industri pertambangan MIND ID mencatat produksi aluminium sebesar 243 ribu ton dengan tingkat penjualan sebesar 218 ribu ton pada 2021.
 
Direktur Operasi dan Portofolio MIND ID Danny Praditya mengatakan, komoditas aluminium dengan diversifikasi produk ingot, alloy, dan billet menjadi salah satu inventori strategis Grup MIND ID.
 
"Sepanjang 2021, di tengah tahun kedua pandemi, perusahaan tetap mengoptimalkan efektivitas operasional pabrik peleburan aluminium dengan menjaga seluruh rantai bisnis tetap berjalan. Mulai dari menjaga rantai pasok bahan baku hingga kinerja Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebagai sumber energi utama," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis, 20 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menjelaskan, pencapaian kinerja operasi ini didukung oleh optimalnya kinerja tiga fasilitas utama pabrik peleburan aluminium yakni pabrik karbon, reduksi, dan pencetakan. Pada 2021, rata-rata operasional tungku tercatat sebanyak 458 unit dari total 510 unit atau 90 persen dari kapasitas terpasang di pabrik reduksi.
 
Selain pabrik peleburan, PLTA juga merupakan indikator utama pendukung kinerja operasional. Pada 2021, PLTA INALUM Operating menghasilkan total energi listrik sebesar 4.041.774 MWh dengan tingkat pemakaian sebesar 4.027.118 MWh.
 
Inalum Operating juga mencatat surplus listrik yang didistribusikan kepada PT PLN (Persero) sebesar 41.447 MWh atau meningkat 10 persen dari tahun sebelumnya. Penggunaan energi baru terbarukan dalam proses produksi aluminium menjadikan Inalum Operating sebagai satu-satunya pabrik peleburan yang menghasilkan emisi rendah di seluruh Grup MIND ID.
 
Danny memastikan, Inalum Operating akan terus berkomitmen meningkatkan nilai tambah produk melalui inisiatif pengembangan klaster industri aluminium nasional. Melalui anak usaha PT Indonesia Aluminium Alloy (IAA), Perusahaan akan memproduksi billet aluminium sekunder berkapasitas cetak 50 ribu ton per tahun secara bertahap, serta kedepannya berbagai produk aluminium ekstrusi sebagai produk turunan.
 
"Inisiatif peningkatan nilai tambah dari proses pengolahan aluminium ini berperan strategis untuk mengembangkan klaster industri aluminium di Indonesia dan mendukung pemenuhan kebutuhan aluminium nasional," tutupnya.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif