Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Didominasi di Atas 45 Tahun, Wamentan Dorong Regenerasi Petani Muda

Ekonomi Petani Kementerian Pertanian generasi milenial
Husen Miftahudin • 16 September 2021 16:18
Jakarta: Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Harvick Hasnul Qolbi berkomitmen untuk terus mendorong regenerasi petani muda di Indonesia. Pasalnya, saat ini petani di Indonesia didominasi berusia 45 tahun ke atas dengan persentase sebanyak 78 persen. Sementara petani muda yang berusia di bawah 45 tahun hanya 22 persen.
 
Harvick mengungkapkan ada dua stimulan agar kaum milenial tertarik dengan sektor pangan, yakni soal kepercayaan atau trust dan pendapatan atau income. Hal ini berkaitan erat dengan upaya pemerintah untuk membuat ruang lingkup pertanian punya daya tarik, seperti pengadaan benih dan bibit.
 
"Ini semua jadi catatan bagi anak-anak muda yang sudah sangat mudah mengakses situasi dan kondisi internasional," ujar Harvick saat mengunjungi Balai Penelitian Industri dan Penyegar (Balittri) di Kabupaten Sukabumi, dari keterangan tertulisnya, Kamis, 16 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Harvick menjelaskan, saat ini Kementerian Pertanian (Kementan) tengah mengejar teknologi hingga mekanisasi alat pertanian yang lebih modern. Selain itu dirinya juga tengah menyiapkan sekolah-sekolah vokasi untuk mendukung regenerasi petani muda, seperti yang diharapkan Presiden Joko Widodo.
 
"Untuk itu saya sampaikan ke Pak Presiden enggak usah khawatir, insyaallah mudah-mudahan (bisa tercapai), karena yang pertama tadi soal ruang lingkup pertanian sedang kita kejar, teknologi-teknologi. Terus sekolah-sekolah vokasi kita juga segera akan kita resmikan. Terus juga saya lihat sendiri mekanisasi bidang pertanian juga alhamdulillah sudah maju pesat," paparnya.
 
Dalam kunjungan kerjanya di Balittri Sukabumi, Harvick turut pula meninjau pembenihan produk utama seperti kakao, kopi, dan karet di lahan seluas 160 hektare. Harvick yang didampingi Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Syafarudin juga meninjau alat proses bioteknologi dari bahan baku satu ton CPO yang bisa menghasilkan 82 persen bio solar.
 
Alat tersebut merupakan hasil penelitian selama 15 tahun dan sudah lolos uji kelayakan dari berbagai lembaga. Namun sayangnya, bio teknologi ini masih terkendala regulasi pemasaran, sebab hal itu berada di ruang lingkup PT Pertamina (Persero).
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif