Ilustrasi energi terbarukan - - Foto: AFP
Ilustrasi energi terbarukan - - Foto: AFP

Potensi Besar, Realisasi Pembangkit EBT Baru 10,4 GW

Ekonomi Kementerian ESDM Energi Terbarukan
Suci Sedya Utami • 28 Juli 2020 15:30
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan Indonesia memiliki potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) mencapai 442 gigawatt (GW). Namun realisasi potensi energi listrik tersebut masih sangat kecil.
 
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM FX Sutijastoto mengatakan implementasi pembangit EBT hingga Mei 2020 baru sebesar 10,4 GW.
 
"10,4 GW adalah capaian hingga yakni hanya 2,4 persen," kata dia dalam konferensi pers, Selasa, 28 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bahkan untuk bisa mencapai target bauran EBT sebesar 23 persen pada 2025, realisasinya baru sebesar 9,15 persen. Hal ini dikarenakan adanya selisih atau gap antara target Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) dan target Kebijakan Energi Nasional (KEN) sebesar 4.000 MW di 2025.
 
Toto mengatakan dalam tiga hingga empat tahun terakhir perkembangan EBT hanya tumbuh 500 MW per tahun. Bahkan dalam lima tahun ke depan hingga 2024 diperkirakan hanya akan bertambah 2.500 MW, sehingga hingga akhir 2024 kapasitas pembangkit EBT menjadi sebesar 109.350 MW.
 
"Butuh tambahan kapasitas pembangkit EBT sebesar 20 ribu MW untuk mencapai target 23 persen tersebut. Maka diperlukan upaya percepatan," ungkap dia.
 
Menurut Toto, program green booster PLN bisa menambah kapasitas sebesar 5.200,7 MW sehingga bisa mencapai 22.307 MW. Program green booster tersebut antara lain untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA), pembangkit listrik tenaga pasang surut (PLTPs), pembangkit listrik mikro hidro (PLTMH), pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP).
 
Kemudian pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB), pembangkit listrik tenaga biomassa dan sampah (PLT Bio/Sa) dengan total kapasitas penambahan sebesar 2.243,9 MW, sedangkan dalam RUPTL ditargetkan sebesar 6.806,4 MW.
 

(Des)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif