Direktur Utama Perum Bulog (Persero) Budi Waseso. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu
Direktur Utama Perum Bulog (Persero) Budi Waseso. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu

Dirut Bulog Jawab Kritikan Kualitas Beras Bansos

Ekonomi Bulog budi waseso
Ilham wibowo • 06 Juli 2020 21:37
Jakarta: Direktur Utama Perum Bulog (Persero) Budi Waseso menjawab kritikan yang dilayangkan Bupati Kabupaten Bogor Ade Yasin terkait kualitas beras bantuan sosial. Produk yang dikirim Bulog sesuai dengan kontrak kerja sama.
 
Pria yang akrab disapa Buwas ini menegaskan pihaknya tidak akan mempermasalahkan pemutusan hubungan kerja sama dengan pemerintah daerah atau instansi manapun terkait ketidakcocokan dalam praktek pelaksanaan penyaluran program bantuan sosial. Meski demikian, ia meminta keputusan itu tidak dibarengi dengan hal yang bisa dianggap sebagai upaya mendiskreditkan institusi Bulog.
 
“Bulog memahami Pemerintah daerah memiliki otoritas dalam melakukan penunjukkan distributor pelaksana program penyaluran Bansos, namun Bulog sudah menetapkan kebijakan untuk memberikan kualitas beras terbaik meskipun untuk Program Bansos," kata Buwas melalui keterangan resminya, Senin, 6 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mantan Kepala BNN itu menuturkan bahwa dari pemeriksaan dan laporan yang diterima manajemen Bulog, penyaluran program beras Bansos di Kabupaten Bogor untuk tahap I sudah terlaksana dengan menyalurkan beras kualitas terbaik sebanyak 6.000 ton.
 
Buwas sudah berkali-kali membantah tudingan yang menyatakan bahwa beras Bulog untuk program Bansos di Kabupaten Bogor berkualitas jelek. Distribusi program Bansos pun dilakukan pengecekan ulang menggunakan beras kualitas baik sesuai kerja sama yang disepakati dengan Pemerintah Kabupaten Bogor yaitu penyediaan beras medium untuk Bansos di Kabupaten Bogor.
 
"Kami mensinyalir adanya upaya untuk mengganti posisi Bulog sebagai distributor beras Bansos untuk tahap II di Kabupaten Bogor, namun kami tidak mempermasalahkan hal itu, tetapi sekali lagi jangan menjelek-jelekkan Bulog, kami tidak akan tinggal diam jika ada unsur yang tidak sehat dan akan menggunakan jalur hukum," ungkapnya.
 
Sementara itu, Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Tri Wahyudi Saleh menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan monitoring dan evaluasi untuk menjamin agar kualitas beras Bansos yang disalurkan ke masyarakat adalah kualitas terbaik. Menurutnya, upaya mendiskreditkan kualitas maupun kemasan Bulog yang tidak didasarkan bukti-bukti yang kuat akan diselesaikan melalui jalur hukum sesuai ketentuan.
 
Adapun perbedaan beras kualitas medium dan premium telah diatur sesuai dengan syarat dan ketentuan yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan RI.
 
"Kami juga membentuk tim monitoring dan evaluasi yang bertugas untuk koordinasi dengan Tim Pemkab Bogor seperti Bupati Bogor, Dinas Sosial, Dinas Perdagangan, DPRD Bogor dan memastikan agar proses penyaluran Bansos berjalan lancar dan tepat waktu sesuai dengan standar kualitas beras yang diamanatkan kepada Perum Bulog," kata Tri.
 

(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif