Pemerintah dan PLN bersama berjibaku menerangi pelosok negeri. Foto: dok PLN.
Pemerintah dan PLN bersama berjibaku menerangi pelosok negeri. Foto: dok PLN.

Berjibaku Menerangi Pelosok Negeri

Ekonomi listrik PLN Kementerian ESDM Energi Terbarukan
Suci Sedya Utami • 29 Agustus 2020 19:53
Jakarta: Pandemi covid-19 tidak menyurutkan tekad untuk terus menghadirkan cahaya listrik di seluruh pelosok negeri, tak terkecuali di timur Indonesia. Apalagi, masih ada 433 desa yang masih belum teraliri setrum dan kebanyakan berada di wilayah-wilayah geografis yang sulit dijangkau.
 
Demi mencapai rasio elektrifikasi 100 persen, tentunya desa-desa yang masih gelap itu, yang berada di wilayah terluar, terdepan dan tertinggal (3T) mesti dijamah listrik. Hingga semester I-2020, rasio elektrifikasi telah mencapai 99,09 persen.
 
Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jisman Hutajulu mengatakan untuk menerangi wilayah-wilayah 3T, strategi pemerintah yakni melalui perluasan jaringan listrik PLN (extend grid), komunal energi baru terbarukan (EBT), serta tabung listrik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hanya saja untuk extend grid memang tidak memungkinkan digunakan untuk menyambung aliran listrik ke rumah-rumah di desa dengan posisinya berjauhan dan berada di medan yang ekstrem. Sebab, selain mahal, tingkat losses di wilayah-wilayah tersebut sangat tinggi, mengingat berada di area pegunungan yang tajam, hutan yang lebat serta harus melewati lembah yang curam.
 
Oleh karenanya, untuk desa-desa dengan karakteristik tersebut akan menggunakan tabung listrik (talis). Sehingga istilah mendaki gunung, menyusuri hutan dan melewati lembah pun tidak menjadi hambatan untuk tetap menyukseskan keinginan menuju Indonesia terang. Penggunaan tabung listrik pun tergolong mudah karena pengisian daya (charge) bisa menggunakan energi matahari.
 
"Kalau jauh-jauh rumahnya dan desanya harus melewati hutan, sungai dan lain-lain ya losses-nya tinggi dan mahal sekali, maka pakai tabung listrik," kata Jisman pada Medcom.id, Sabtu, 29 Agustus 2020.
 
Baca: Kendala Ratusan Desa Tak Tersentuh Listrik
 
Rencananya, 52 ribu tabung listrik akan didistribusikan untuk rumah tangga di 306 desa yang terletak di wilayah dengan geografis ekstrem tersebut. Data yang didapatkan Medcom.id, desa-desa tersebut berada di Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua, dan Papua Barat.
 
Mayoritas desa berada di Kabupaten Merauke, Jayawijaya, Kepulauan Yapen, Puncak Jaya, Mimika, Pegunungan Bintang, Tolikora, Mappi, Asmat, Mamberamo Raya, Yalimo, Lanny Jaya, Puncak, dan Fak-Fak yang terkenal dengan kondisi alam yang sulit dijangkau.
 
Salah satu petugas penjaga pasokan listrik di Papua, Akbar M. Saputra pun mengakui ekstremnya geografis di ujung Indonesia itu. Dirinya sehari-hari bertugas menjaga keandalan sistem listrik di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sota, ujung timur Papua, yang menjadi pintu gerbang Indonesia.
 
Sota merupakan sebuah distrik di Kabupaten Merauke yang berbatasan langsung dengan negara Papua Nugini. Sota dikelilingi oleh Taman Nasional sehingga sebagian besar merupakan wilayahnya berupa tutupan lahan hutan dan semak belukar.

 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif