Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. FOTO: Kemenperin
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. FOTO: Kemenperin

Kemenperin Dukung Pabrik Gula Terapkan Teknologi Modern

Ekonomi gula Kementerian Perindustrian
Ilham wibowo • 23 Oktober 2020 09:43
Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang menegaskan upaya revitalisasi industri gula agar lebih produktif dan berdaya saing terus dilakukan. Pabrik dalam negeri pun didorong bisa memanfaatkan teknologi modern untuk memenuhi kebutuhan domestik.
 
“Kami juga fokus mengakselerasi pembangunan pabrik-pabrik gula baru yang terintegrasi dengan perkebunan tebu, sehingga mereka dapat beroperasi penuh,” kata Agus, melalui keterangan tertulisnya, Jumat, 23 Oktober 2020.
 
Produksi gula secara mandiri sangat penting dilakukan dalam memenuhi kebutuhan konsumsi dan industri yang makin meningkat. Saat ini, kebutuhan komoditas gula di Indonesia mencapai 5,8 juta ton per tahun dan hanya 2,1 juta ton yang mampu diproduksi di dalam negeri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Agus, diperlukan kebijakan strategis yang dapat menciptakan iklim investasi yang kondusif di Tanah Air. Kemudian perlu pula adanya fasilitas memperoleh bahan baku dalam rangka pembangunan pabrik gula baru maupun perluasan.
 
“Tujuannya adalah untuk menarik minat investasi, meringankan beban biaya investasi yang besar dan membantu efisiensi operasional pabrik,” ujar Agus.
 
Dukungan pemerintah, kata Agus, seperti yang diberikan kepada PT Prima Alam Gemilang (PAG) di Bombana, Sulawesi Tenggara yang berinvestasi membangun pabrik gula baru terintegrasi dengan kebun tebu. Pemanfaatan otomatisasi pada proses produksinya pun diyakini bakal meningkatkan produktivitas dan kualitas secara lebih efisien.
 
Kapasitas pengolahan tebu pabrik yang diresmikan Presiden Joko Widodo ini sebanyak 8.000 ton cane per day (TCD) dan mampu ditingkatkan hingga 12 ribu TCD. Dengan kapasitas tersebut, pabrik mampu memproduksi gula kristal putih sebanyak 800 hingga 1.200 ton per hari.
 
PT PAG Bombana akan menjadi pabrik gula dengan jumlah produksi terbesar di Indonesia yang dimiliki oleh pengusaha dalam negeri. Perusahaan ini juga didukung dengan sumber bahan baku area tebu inti plasma sebesar 22.797 hektare.
 
“Yang patut dibanggakan juga dari investasi ini adalah mereka mampu menyerap ribuan tenaga kerja lokal. Dalam operasionalnya, kebun dan pabrik ini dapat membuka lapangan kerja hingga 15 ribu orang,” ungkap Agus.
 
Sementara itu, Direksi PT PAG Bombana Arif Efendi menyampaikan bahwa pabriknya sudah menggunakan teknologi canggih yang didukung otomatisasi sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0. Pihaknya bertekad untuk turut berpartisipasi dalam upaya pemerintah mewujudkan swasembada gula dan ketahanan pangan.
 
“Dengan kapasitas produksi yang cukup besar, kami berkomitmen memenuhi kuota gula Indonesia bagian timur dengan harga di bawah HET. Sehingga masyarakat mampu menikmati harga gula yang wajar,” tutup Arif.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif