Ilustrasi anggaran perpanjangan subsidi tarif listrik - - Foto: dok Antara
Ilustrasi anggaran perpanjangan subsidi tarif listrik - - Foto: dok Antara

Stimulus Tarif Listrik Diperpanjang, Negara Kembali Rogoh Rp4,57 Triliun

Ekonomi Kementerian ESDM tarif listrik subsidi listrik pandemi covid-19
Suci Sedya Utami • 14 Januari 2021 10:33
Jakarta: Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang stimulus atau keringanan tarif listrik bagi masyarakat terdampak pandemi covid-19 hingga kuartal I-2021. Kebijakan tersebut membuat pemerintah mesti mengeluarkan tambahan anggaran sebesar Rp4,57 triliun.
 
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana menjelaskan anggaran tersebut dikeluarkan untuk tiga jenis stimulus listrik yang diperpanjang. Alokasi ini sebagai kompensasi atau penggantian bagi PT PLN (Persero).
 
"Untuk triwulan I Rp4,57 triliun untuk ketiga jenis program stimulus untuk diskon rumah tangga, diskon industri dan bisnis serta diskon rekening minimum," kata Rida dalam konferensi pers, Rabu, 13 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketiga jenis stimulus tersebut antara lain pertama pemberian diskon tarif listrik bagi pelanggan rumah tangga dengan daya 450 volt ampere (VA) dan 900 VA subsidi. Diskon diberikan sebesar 100 persen untuk golongan pelanggan rumah tangga 450 VA yang jumlahnya kurang lebih 24,16 juta pelanggan. Artinya golongan ini digratiskan dari pembayaran listrik.
 
Sementara untuk golongan rumah tangga 900 VA subsidi mendapatkan diskon 50 persen. Jumlah pelanggan golongan ini yang mendapatkan stimulus sekitar 7,72 juta pelanggan.
 
Kedua yakni diskon listrik 100 persen bagi industri kecil dan bisnis kecil dengan daya 450 VA atau kategori usaha mikro kecil menengah (UMKM) dengan jumlah masing-masing 433 pelanggan dan 501 ribu pelanggan. Pelanggan golongan ini dibebaskan dari kewajiban membayar listrik.
 
Ketiga yakni pembebasan rekening minimum bagi pelanggan sosial, bisnis dan industri dengan daya dimulai dari 1300 VA ke atas. Stimulus ini memberikan keringanan bagi pelanggan yang pemakaian listriknya di bawah kWh minimum, mereka cukup membayar sesuai pemakaian sebenarnya.
 
Selain itu, stimulus ini juga diberikan bagi pelanggan sosial daya 220 volt ampere (VA) hingga 900 VA, pelanggan bisnis dan industri daya 900 VA berupa pengurangan biaya beban.
 
Jumlah pelanggan yang dibebaskan biaya rekening minimum antara lain sosial sebesar 66,5 ribu, bisnis 565,9 ribu dan industri 29,3 ribu. Sehingga totalnya sebesar 1,26 juta pelanggan.
 
Adapun total kebutuhan anggaran yang dikeluarkan pemerintah untuk program stimulus bantuan keringanan tarif listrik bagi para pelanggan yang terdampak pandemi sebesar Rp15,4 triliun pada 2020. 

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif