Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. FOTO: MI/Ramdani
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. FOTO: MI/Ramdani

Investor Global yang Kritik UU Cipta Kerja, Ternyata tak Berinvestasi di RI

Ekonomi BKPM Omnibus Law UU Cipta Kerja
Eko Nordiansyah • 08 Oktober 2020 19:14
Jakarta: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahli Lahadalia mengungkapkan sebanyak 35 investor global yang mengkritisi pengesahan Undang-Undang (UU) Cipta Kerja bukan merupakan investor yang menanamkan modal di dalam negeri. Bahkan mereka tak ada dalam daftar investor di BKPM.
 
"Saya ingin mengatakan di sini, setelah kami mengecek 35 perusahaan tersebut tidak terdaftar di BKPM sebagai perusahaan yang menginvestasikan dananya di Indonesia, atau foreign direct investment, tidak ada," kata dia dalam video conference di Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2020.
 
Bahlil menambahkan para investor ini juga tak terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Untuk itu, ia menuding bahwa para investor ini berasal dari beberapa negara yang tidak ingin Indonesia bisa menjadi lebih baik dengan UU Cipta Kerja.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Nah saya malah bertanya, kalau memang dia enggak pernah melakukan investasi di Indonesia, kalau dia tidak melakukan kegiatan usahanya di Indonesia tiba-tiba dia membuat surat terbuka tidak setuju, ada apakah ini?" ungkapnya.
 
Sebanyak 35 investor global dengan nilai aset mencapai USD4,1 triliun sebelumnya mengkritisi pengesahan UU Cipta Kerja. Mereka menilai Omnibus Law Cipta Kerja berpotensi meningkatkan risiko lingkungan hutan di Tanah Air.
 
Para investor yang memberikan peringatan tersebut antara lain Actiam, Aviva Investors, A.S.R Asset Management, BMO Global Asset Management, Boston Common Asset Management, Church Commissioners for England, Congregation of Sisters of St. Agnes, Domini Impact Investmentsd LLC, Dominican Sisters of Mission San Jose, Christian Super.
 
Selain itu ada The Church of England Pension Board, Dana Investment Advisors, Dominican Sisters ~ Grand Rapids, Dominican Sisters of San Rafael, Figure 8 Investment Strategies, Green Century Capital Management, Karner Blue Capital, Legal & General Investment Management, NN Investment Partners, Future Super, dan Indép’AM.
 
Kemudian KLP, Local Authority Pension Fund Forum, OP Investment Management, Pax World Funds, Robeco, The Sister of St. Francis of Philadelphia, Skye Advisors LLC, Storebrand Asset Management, Trilium Asset Management, Religious of the Sacred Heart of Mary Western Province, Seventh Generation Interfaith, Inc, Sisters of St. Joseph of Orange, Socially Responsible Investment Coalition, serta Sumitomo Mitsui Trust Asset Management.

 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif