Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. Foto: dok BNPB.
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. Foto: dok BNPB.

Dinilai Sukses, Penerapan PSBB di Jabar Bisa Jadi Contoh

Ekonomi PSBB
Eko Nordiansyah • 22 Mei 2020 10:40
Jakarta: Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut Jawa Barat (Jabar) sejauh ini menjadi provinsi terbaik yang menangani kasus virus korona (covid-19). Wiku menilai Jabar memiliki koordinasi yang baik dengan pemerintah.
 
"Jabar sejauh ini telah bertindak cukup baik berdasarkan indikator epidemiologi. Jabar juga menunjukkan koordinasi yang bagus dengan pemerintah, yang membuat Jabar bisa menjadi juara lokal dalam menghadapi covid-19," kata dia dalam keterangan di Jakarta, Jumat, 22 Mei 2020.
 
Wiku menuturkan Jabar memiliki komitmen kuat mencegah transmisi virus korona. Selain itu, berdasarkan data dari aplikasi Bersatu Lawan Covid, Jabar menunjukkan penurunan angka kasus covid-19 sejak penerapan PSBB.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia berharap provinsi maupun kabupaten/kota lain yang juga menerapkan PSBB dapat mencontoh Jabar dalam menangani covid-19. Apalagi saat ini masih ada tiga provinsi yang masih menerapkan PSBB demi menekan penyebaran covid-19.
 
"Itu (penurunan kasus) diduga karena tes massal yang dilakukan Jabar beberapa pekan lalu.Tentu kami berharap daerah lain yang menerapkan PSBB, tiga provinsi, 27 kabupaten/kota, bisa mengikuti contoh yang bagus," ungkap dia.
 
Pemerintah sendiri berencana melonggarkan ketentuan PSBB demi pemulihan ekonomi pasca-pandemi. Pelonggaran PSBB rencananya akan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
 
"Peta jalan pemulihan ekonomi harus bertahap, tergantung pada tingkat kesiapan masyarakat dan publik yang menjalankan roda ekonomi," kata Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam konferensi pers secara virtual, Kamis, 21 Mei 2020.
 
Suharso menegaskan protokol kesehatan bakal lebih ketat agar produktivitas masyarakat dapat meningkat secara aman. Karena itu, kedisiplinan masyarakat diperlukan agar ekonomi Indonesia kembali pulih.
 
"Pelonggaran atau penyesuaian atau pengurangan PSBB bukan berarti virusnya tidak ada tapi bisa kendalikan virus. Semua harus disiplin dengan ketat, tidak ada toleransi protokol itu harus dilakukan," ujarnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif