NEWSTICKER
Pembagian  hand sanitizer oleh serikat buruh - - Foto: Istimewa
Pembagian hand sanitizer oleh serikat buruh - - Foto: Istimewa

Buruh Belum Tersentuh Insentif Korona

Ekonomi buruh Virus Korona
Husen Miftahudin • 25 Maret 2020 19:31
Jakarta: Pemerintah gencar memberi insentif dan stimulus bagi para pekerja yang terkena dampak penyebaran virus korona. Ini dilakukan demi menjaga daya beli masyarakat di tengah gempuran wabah covid-19 tersebut.
 
Sekjen Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Ramidi menyebut sektor pekerja formal seperti buruh justru belum tersentuh insentif tersebut. Terutama perusahaan yang meliburkan sementara karyawannya yang tidak membayar upah secara penuh.
 
"Kami mendesak pemerintah dengan memberlakukan work from home bagi pekerja agar upahnya dibayar penuh, enggak dipotong," katanya di Jakarta, Rabu, 25 Maret 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Senada, Deputi Presiden Bidang Konsolidasi Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Surnadi mengakui insentif tersebut belum menyentuh sektor pekerja formal lantaran hanya menerima surat edaran dari Menteri Ketenagakerjaan. Insentif itu hanya menyentuh sektor informal seperti ojek, nelayan, dan buruh informal.
 
"Insentif belum disampaikan secara menyeluruh, ini yang harus jadi perhatian besar. Karena, perusahaan dan pabrik-pabrik juga mengalami kelesuan," ketusnya.
 
Di sisi lain, serikat buruh yang tergabung dalam Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) turut membantu pemerintah dalam menangkal penyebaran virus korona. MPBI yang membawahi Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), KSPI, dan KSBSI itu menyalurkan bantuan dengan membagikan 20 ribu hand sanitizer kepada sesama para buruh.
 
Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea mengharapkan pembagian hand sanitizer ini memberikan semangat kegotongroyongan di tengah mewabahnya virus korona.

 
"Kalau buruh saja bisa melakukan semangat sosialnya, perusahaan-perusahaan besar diharapkan ikut tergerak untuk saling membantu di tengah kondisi bangsa yang sulit ini akibat virus korona," ungkap Andi Gani
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif