Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. FOTO: BKPM
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. FOTO: BKPM

Kepala BKPM Serahkan Bantuan Medis dari Investor Korea

Ekonomi investasi bkpm ekonomi indonesia
Suci Sedya Utami • 07 April 2020 07:15
Jakarta: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyerahkan bantuan medis dari investor Korea Selatan pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk segera didistribusikan ke rumah sakit.
 
Turut hadir dalam penyerahan bantuan Menteri BUMN Erick Thohir, Inspektur Utama BNPB Tetty Saragih, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Desra Percaya, Sekretaris Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Indonesia Robi Toni, dan President Director LG International Lee Chang Hyun.
 
Bantuan yang diberikan berupa 50 ribu Polymerase Chain Reation (PRC) diagnostic test kit dari perusahaan LG asal Korea Selatan. Bahlil mengatakan bantuan ini merupakan bantuan tahap pertama dan akan dilanjutkan di tahap-tahap berikutnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini bantuan tahap pertama dan ada beberapa investor Korea sebagian kita serahkan ke BNPB, sebagian kita serahkan ke rumah sakit yang dikelola BUMN," kata Bahlil, dalam virtual conference, Senin, 6 April 2020.
 
Mantan Ketua Umum Hipmi tersebut mengatakan sebanyak 20 ribu PRC akan dikirimkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sebanyak 20 ribu RC lainnya untuk rumah sakit BUMN, sisanya lima unit akan didistribusikan ke Jawa Barat, dan sisanya ke Bekasi serta Depok.
 
Bahlil menambahkan telah meminta Menko Perekonomian Airlangga Hartarto untuk mengurangi pajak dan mempermudah izin bagi perusahaan bahan baku impor terutama bagi alat kesehatan yang bekerja sama dengan BKPM.
 
Selain itu, Bahlil berencana menjemput bahan baku Alat Pelindung Diri (APD) dari Korea Selatan dan Tiongkok sebagai upaya untuk memastikan produksi kebutuhan tenaga medis itu terpenuhi dalam penanganan wabah virus korona baru atau covid-19 di Indonesia.
 
Pihaknya akan berkoordinasi baik dengan industri dan Kementerian BUMN guna menjemput bahan baku APD dari negara tersebut. "Kami lakukan langkah-langkah koordinasi dengan industri-industri, pabrik-pabrik, dan Kementerian BUMN untuk bagaimana caranya kita bisa menjemput bahan baku," pungkas Bahlil.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif