Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) - - Foto: Antara/ Akbar Tado
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) - - Foto: Antara/ Akbar Tado

Pemerintah Genjot Pemanfaatan Energi Surya Demi Capai 23% EBT 2025

Ekonomi plts Kementerian ESDM Energi Terbarukan
Husen Miftahudin • 16 September 2020 22:24
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mendorong pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Indonesia. Pemanfaatan PLTS bisa menjadi pendorong dalam rangka pemenuhan bauran energi baru terbarukan (EBT) sebanyak 23 persen pada 2025.
 
Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, pemerintah menargetkan total kapasitas penambahan EBT hingga 2024 sebanyak 9.050,3 megawatt (MW). Jumlah tersebut dengan rincian PLT Hydro 3,909 MW, energi panas bumi 1.027 MW, bioenergi 1.295 MW, angin 729 MW, dan surya 2.089 MW.
 
"Saat ini yang peningkatannya akan digenjot adalah tenaga surya di mana porsi untuk surya di sini kami buat sampai 2.000 megawatt lebih. Jadi ini adalah satu lompatan besar di dalam target pencapaian energi terbarukan dari surya," kata Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Kementerian ESDM Harris dalam telekonferensi di Jakarta, Rabu, 16 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Harris memastikan potensi energi surya cukup besar dan harganya terjangkau. Bahkan saat ini energi terbarukan yang tren implementasinya paling tinggi di dunia adalah tenaga surya dan angin.
 
Dahulu, energi surya dianggap sebagai sumber energi yang mahal dari segi biaya pemakaian maupun pemeliharaan. Sekarang, sudah ada PLTS yang tarifnya tergolong murah hingga mencapai USD1,35 per kWh. Tarifnya bahkan lebih murah dibandingkan pembangkit energi fosil seperti batu bara.
 
"Kalau kita lihat perkembangannya 10 tahun ini terjadi perubahan yang drastis, yang dulu mengatakan PLTS itu mahal. Itu mahal sekarang harganya PLTS itu adalah pembangkit listrik dengan harga paling murah di dunia sekarang," tutur Harris.
 
Terkait hal tersebut, pemerintah punya sejumlah strategi untuk meningkatkan kapasitas penggunaan energi surya di masa mendatang. Salah satunya pengembangan PLTS berskala besar yang bekerja sama dengan Asian Development Bank (ADB).
 
Lembaga keuangan global ini dinilai memberi banyak masukan kepada pemerintah terkait strategi-strategi investasi PLTS. Salah satu implementasinya adalah lelang pengadaan PLTS berskala besar.
 
"Untuk menuju lelang tersebut, pemerintah masih menunggu finalisasi Peraturan Presiden mengenai feed in tariff EBT. Implementasinya mungkin berupa pelelangan dengan target 200 MW dulu," pungkas Harris.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif