NEWSTICKER
Ketua Umum Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani. Foto : MI.
Ketua Umum Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani. Foto : MI.

Kadin Nilai Insentif Diperluas ke Semua Industri

Ekonomi Virus Korona
Antara • 18 Maret 2020 08:53
Jakarta: Ketua Umum Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani menilai bahwa pemberian insentif atau relaksasi pajak dalam stimulus kedua yang diberikan Pemerintah harus diperluas ke semua industri, tidak hanya pada sektor manufaktur saja.
 
"Pemerintah sudah mengeluarkan stimulus dan relaksasi, tentunya harapan kita itu pasti akan berdampak, tetapi kami ingin mengusulkan lagi ke pemerintah (relaksasi) itu bisa diperluas," kata Rosan di Menara Kadin Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 18 Maret 2020.
 
Rosan mengakui bahwa pandemi covid-19 di berbagai negara, termasuk Indonesia, memang berdampak pada perekonomian, antara lain pada penurunan dari sisi produksi, pasokan dan permintaan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Oleh karena itu, dunia usaha mengapresiasi terhadap kebijakan pemerintah yang memberikan stimulus kedua melalui relaksasi Pajak Penghasilan Pasal 21 (PPh Pasal 21), relaksasi Pajak Penghasilan Pasal 22 Impor (PPh Pasal 22 Impor), relaksasi Pajak Penghasilan Pasal 25 (PPh Pasal 25), dan relaksasi restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Stimulus insentif pajak tersebut berlaku selama enam bulan.
 
Namun demikian, stimulus relaksasi pajak itu seharusnya bisa diperluas tidak hanya untuk industri pengolahan atau manufaktur saja, melainkan pada sektor lain, terutama pariwisata yang saat ini tingkat huniannya (occupancy rate) menurun 20-30 persen.
 
"Kita ingin ini tidak hanya di bidang manufaktur saja tetapi di semua industri diperluas, pariwisata misalnya, yang occupancy ratenya sekarang sudah turun 20 sampai 30 persen. Jadi semua di industri itu diperluas relaksasinya, bukan manufaktur saja," kata Rosan.
 
Selain itu, Rosan juga meminta agar pemerintah memberikan kemudahan pada usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk bisa mengakses permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga yang lebih rendah, serta pembayaran yang bisa dimundurkan hingga enam bulan.
 
Menurut dia, langkah tersebut dapat mengantisipasi perlambatan ekonomi pada tahun ini di tengah pandemi covid-19 yang masih terjadi di Indonesia.
 
"Dalam rangka kita mengantisipasi penurunan perekonomian, perlambatan ekonomi karena kita belum tahu kapan ini akan berakhir. Yang kita butuhkan antisipasi secara baik, benar dan komprehensif," kata Rosan.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif