Menteri BUMN Erick Thohir - - Foto: dok Biro Pers Istana Kepresidenan
Menteri BUMN Erick Thohir - - Foto: dok Biro Pers Istana Kepresidenan

Erick Pastikan Rombak Jajaran Direksi-Komisaris Pupuk Indonesia

Ekonomi pupuk indonesia Pergantian Direksi BUMN Erick Thohir
Suci Sedya Utami • 03 Juli 2020 15:39
Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan akan merombak jajaran direksi dan komisaris PT Pupuk Indonesia (Persero) meski akan menuai kontroversi. Sebab Pupuk Indonesia merupakan perusahaan strategis yang menyalurkan subsidi.

"Kita lihat perubahan komisaris dan direksi Pupuk pasti juga seru kayak di perkebunan pokoknya, apa yang kita lakukan pasti dikecam. Enggak apa-apa kita jalan terus yang penting lillahi ta'ala, kita kerja benar kok," kata Erick dalam webinar, Kamis malam, 2 Juli 2020.
 
Erick mengaku akan membuat terobosan untuk Pupuk Indonesia ke depan. Namun ia enggan membeberkan detail dari rencana tersebut.
 
"Saya nggak bisa cerita panjang, seru lah tapi salah satunya kita mau coba perubahan," tutur dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun pergantian direksi perusahaan pelat merah untuk membenahi kinerja BUMN. Apalagi banyak perusahaan pelat merah yang tersandung kasus korupsi lantaran fungsi BUMN yang tidak optimal.
 
Karena itu, Erick berencana memetakan peran BUMN dalam beberapa klasifikasi berdasarkan pelayanan publik, nilai ekonomi, hingga penugasan oleh negara.
 
Untuk BUMN yang masuk dalam fungsi pelayanan publik, seperti PT PLN (Persero) dan PT Pupuk Indonesia (Persero). BUMN tersebut tugasnya bisa diarahkan pada penyaluran bantuan kepada masyarakat.

 
"Karena garis merahnya tidak jelas, akhirnya para direksi mencampuradukkan antara penugasan dan bisnis yang benar. Karena itu terjadi banyak kasus korupsi, beberapa tahun ini saja sudah ada 53 kasus korupsi di BUMN," pungkas dia.
 

(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif